SEMARANG, DURASI.co.id – Sejumlah penumpang kereta api rute Semarang–Jakarta mengeluhkan pembatalan perjalanan yang diumumkan secara mendadak. Pembatalan tersebut dinilai minim sosialisasi dan menimbulkan kerugian bagi konsumen yang telah merencanakan perjalanan sejak jauh hari.
Salah satu pemesan tiket kereta api asal Kendal, Darma Wijaya, menyampaikan kekecewaannya setelah mengetahui bahwa kereta yang akan ditumpangi anaknya menuju Stasiun Gambir dibatalkan hanya sekitar setengah jam sebelum jadwal keberangkatan. Informasi itu diperoleh setelah ia mendatangi langsung Stasiun Poncol, Semarang, untuk memastikan keberangkatan.
“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Padahal tiket sudah dibeli jauh hari. Kalau memang karena banjir, seharusnya pihak KAI bisa mengantisipasi dan memberi informasi lebih awal,” kata Darma Wijaya, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat penumpang berada pada posisi sulit, terlebih bagi mereka yang memiliki agenda penting di Jakarta. Ia menilai sistem komunikasi kepada pelanggan masih lemah dan cenderung merugikan pengguna jasa.
“Kami ini konsumen. Sudah mengatur waktu, biaya, dan keperluan lain. Namun, pembatalan disampaikan mendadak, seolah-olah tidak mempertimbangkan dampaknya bagi penumpang,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh beberapa calon penumpang lain yang terpaksa mencari moda transportasi alternatif dalam waktu singkat. Situasi tersebut memicu keluhan di loket informasi dan tiket.
“Kecewa karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Padahal masuk ke stasiun pasti membayar parkir, belum lagi biaya bensin. Ini tiba-tiba langsung disampaikan adanya pembatalan. Seharusnya pembatalan diinformasikan melalui email pemesan. Kasihan yang datang dari jauh ke sini hanya untuk menerima pembatalan,” imbuh Joko.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan sebagai langkah preventif demi menjaga keselamatan perjalanan. KAI mencatat sedikitnya 38 perjalanan kereta api dibatalkan akibat banjir yang menggenangi lintasan di sejumlah wilayah, terutama Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan curah hujan tinggi menyebabkan kondisi lintasan tidak aman untuk dilalui kereta api. KAI, kata dia, harus mengambil keputusan cepat berdasarkan hasil pengecekan teknis di lapangan.
“Kami mengutamakan keselamatan pelanggan dan petugas. Oleh karena itu, KAI melakukan pembatalan dan rekayasa pola operasi, termasuk pengalihan rute serta pembatasan kecepatan di sejumlah titik,” jelas Anne dalam pernyataan tertulis.
Ia menambahkan, KAI terus melakukan upaya perbaikan dengan menurunkan petugas prasarana, memperkuat badan jalan rel, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar operasional kereta api dapat segera kembali normal.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan berkomitmen untuk terus menyampaikan informasi terbaru seiring perkembangan situasi di lapangan,” pungkasnya. [Joko Susanto]







