BOGOR, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai melakukan pendataan dampak sosial akibat penutupan tambang galian C berizin di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang. Pendataan ini dilakukan sesuai dengan surat edaran Gubernur Jawa Barat.
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, meminta para camat dan kepala desa di tiga wilayah tersebut segera menginventarisasi berbagai dampak yang dirasakan masyarakat, mulai dari potensi pengangguran hingga kerugian ekonomi yang dialami pelaku usaha.
“Pendataan ini mencakup sopir, kernet, karyawan tambang, hingga pekerja lepas yang kehilangan pekerjaan. Selain itu, kami juga mencatat kerugian pengusaha dan UMKM, kasus anak putus sekolah, meningkatnya angka kemiskinan, hingga masalah kesehatan warga,” jelas Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, Jumat (3/10/2025).
Ia menegaskan, seluruh data yang dihimpun akan menjadi bahan kajian Pemkab Bogor untuk kemudian disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Barat bersama Bupati Bogor.
Meski dampak penutupan tambang sudah mulai terasa, seperti warung sepi pembeli hingga ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian, Pemkab Bogor mengimbau masyarakat agar tetap sabar dan menjaga kondusivitas.
“Pemerintah akan bertindak demi kebaikan bersama, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Kita sama-sama cinta Kabupaten Bogor,” tegasnya. [Zefferi]







