Pendekar Banten Kota Metro Gelar Harlah ke-5 dengan Atraksi Silat dan Debus

Para pendekar berfoto bersama saat peringatan Harlah ke-5 Pendekar Banten, di Kota Metro, Minggu (25/10/25). Foto: Subhan-Durasi.co.id

METRO, DURRASI.co.id – Pendekar Banten Kota Metro, Provinsi Lampung memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-5 dengan menggelar pertunjukan silat dan debus, Sabtu (25/10/2025). Acara berlangsung meriah dengan semangat kebersamaan, sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya nusantara.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Tb Haji Ismal, pimpinan Silat dan Debus Banten Surosowan Provinsi Lampung. Turut hadir dalam acara tersebut kelompok Debus Banten Singa Manda Pandawa Lima di bawah arahan Tb Haji Rozali Raden Nasruddin. Selain itu, kegiatan juga dihadiri tokoh-tokoh budaya dan guru besar dari Persatuan Pendekar Persilatan Seni Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI) Provinsi Banten, termasuk Tubagus Hi Hengky.

Tb Haji Ismal mengatakan, melalui momentum Harlah ini, seluruh pendekar dan masyarakat Banten di perantauan diharapkan tetap menjaga, melestarikan, dan meneruskan warisan budaya leluhur. Menurutnya, seni bela diri silat dan debus menjadi identitas serta kebanggaan masyarakat Banten yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-19, Pemkab Pesawaran Gelar Manjau Jama Warga dengan Layanan Publik dan Pesta Rakyat

“Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar pendekar, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelestarian nilai-nilai luhur budaya nusantara,” ujar Tb Haji Ismal.

Ia menyebutkan, kegiatan Harlah Pendekar Banten ke-5 ini menampilkan berbagai atraksi silat dan debus, yang menunjukkan kekuatan, ketangkasan, dan kedisiplinan para pendekar.

“Antusiasme peserta dan penonton yang hadir membuktikan bahwa warisan budaya Banten tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan,” katanya.

“Harlah Pendekar Banten Kota Metro ke-5 ini menjadi bukti nyata komitmen para pendekar untuk terus menjaga dan mempromosikan kebudayaan lokal, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Banten di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga :  Digugu dan Ditiru, Akankah Menjadi Sebuah Kedustaan Profesi?

Penulis: Subhan
Editor: Aliman