Rusak Parah, Sebagian Atap SMA Negeri 2 Teupah Barat Hilang

Kondisi SMA Negeri 2 Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, Aceh. (Foto: Dahman/Durasi.co.id)

SIMEULUE, DURASI.co.id – Kondisi bangunan SMA Negeri 2 Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, Aceh, mengalami kerusakan parah. Bahkan, sebagian atap gedung sekolah tersebut disebut sudah tidak ada lagi, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Kerusakan terlihat pada beberapa ruang kelas yang atapnya mengalami kerusakan berat hingga hilang. Kondisi ini dinilai tidak lagi layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, terutama saat cuaca buruk seperti hujan dan angin kencang.

Akibat kondisi tersebut, pihak sekolah terpaksa melakukan penyesuaian agar proses pembelajaran tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Namun demikian, situasi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga sekolah.

Sejumlah siswa dan orang tua mengaku prihatin atas kondisi bangunan sekolah yang dinilai telah lama membutuhkan perbaikan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas pendidikan tersebut.

Baca Juga :  Aceh Utara Kirim 120 Atlet ke Even POPDA XVII di Aceh Timur

SMA Negeri 2 Teupah Barat merupakan salah satu sekolah menengah atas yang melayani kebutuhan pendidikan masyarakat di Kecamatan Teupah Barat. Sebagai sekolah jenjang SMA, kewenangan pengelolaan dan pembinaannya berada di bawah Pemerintah Aceh melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Simeulue.

Kondisi SMA Negeri 2 Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, Aceh. (Foto: Dahman/Durasi.co.id)

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Simeulue, M Daud, mengatakan pihaknya akan melakukan peninjauan terhadap kondisi sekolah.

“Kami akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk melihat tingkat kerusakan bangunan SMA Negeri 2 Teupah Barat. Setelah itu, akan kami laporkan dan koordinasikan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujar M Daud, Senin (5/1/2026).

Ia menambahkan, keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi perhatian utama dalam penanganan fasilitas pendidikan.

Baca Juga :  LPPMP UNRI Gelar Workshop Penyusunan RPS 2024

“Pada prinsipnya, keselamatan peserta didik dan guru adalah prioritas. Jika kondisi bangunan tidak memungkinkan, tentu akan kami carikan solusi sementara sambil menunggu tindak lanjut perbaikan,” tuturnya.

Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait jadwal rehabilitasi maupun alokasi anggaran perbaikan gedung sekolah tersebut. [Dahman Efendi]