Satu Dekade Membangun Negeri Junjungan: Dari Fondasi Amril Mukminin Menuju Akselerasi Bengkalis Bermasa

Redaksi Durasi
Bupati Bengkalis ke-14, Amril Mukminin (tengah). Foto: Dok Pemkab Bengkalis

BENGKALIS, DURASI.co.id – Perjalanan pembangunan Kabupaten Bengkalis dalam satu dekade terakhir menjadi bukti bahwa kemajuan daerah tidak lahir dalam sekejap. Kemajuan dibangun melalui kesinambungan kebijakan, kerja keras, serta komitmen kepemimpinan yang mampu meletakkan fondasi kuat sekaligus melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan.

Rentang waktu 2016 hingga 2026 mencatat dua fase penting pembangunan Negeri Junjungan. Dimulai dari era Bupati Bengkalis ke-14, Amril Mukminin, yang fokus membangun fondasi infrastruktur dan tata kelola wilayah, hingga berlanjut pada masa kepemimpinan Bupati Kasmarni bersama Wakil Bupati Bagus Santoso yang mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat melalui program Kabupaten Bengkalis Bermasa.

Kepemimpinan Amril Mukminin pada periode 2016–2021 menjadi titik awal transformasi pembangunan Kabupaten Bengkalis. Dengan visi menjadikan Kabupaten Bengkalis sebagai model negeri maju dan makmur di Indonesia, berbagai program strategis dirancang untuk menjawab tantangan pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Pemerintah daerah kala itu menetapkan enam prioritas utama pembangunan, meliputi penguatan infrastruktur, ekonomi produktif, pendidikan dan kesehatan, lingkungan hidup dan kebencanaan, ketenagakerjaan, serta penguatan nilai agama dan kearifan lokal.

Salah satu terobosan besar yang menjadi ciri khas kepemimpinan Amril Mukminin adalah strategi Pengembangan Empat Gerbang Pembangunan, yakni Gerbang Utama, Gerbang Laksamana, Gerbang Pesisir, dan Gerbang Permata. Program tersebut dirancang untuk memperkecil kesenjangan antarwilayah sekaligus membuka akses pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berhasil melaksanakan 11 proyek strategis jalan dengan total anggaran mencapai Rp278 miliar pada 2020. Pembangunan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarwilayah.

Kemajuan juga terlihat pada sektor pelayanan publik melalui munculnya gagasan baru untuk memodernisasi layanan penyeberangan melalui sistem E-Ticketing Ro-Ro pada 2018. Konsep digitalisasi tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Nelayan di Meranti Hilang Dihantam Gelombang Tinggi

Sebagai daerah pesisir yang rentan terhadap abrasi, Pemerintah Kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan Amril Mukminin juga berhasil mengalokasikan anggaran penanganan abrasi mencapai sekitar Rp300 miliar pada 2019. Saat itu, Amril juga melakukan pendekatan secara persuasif kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang ketika itu dijabat Luhut Binsar Pandjaitan untuk membahas persoalan abrasi di Kabupaten Bengkalis. Langkah ini menjadi upaya strategis dalam melindungi kawasan pesisir dan permukiman masyarakat dari ancaman kerusakan lingkungan.

Pada saat yang sama, sektor ekonomi desa mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Produktivitas pertanian, perkebunan, dan perikanan terus meningkat sehingga membawa Bengkalis meraih peringkat kelima nasional sebagai daerah dengan laju pembangunan desa tercepat periode 2014–2018. Bahkan, status desa sangat tertinggal berhasil dituntaskan hingga tidak ada lagi desa dengan status tersebut.

Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Kabupaten Bengkalis meraih sejumlah penghargaan bergengsi, baik dari tingkat nasional maupun internasional, di antaranya penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO), penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3/Zero Accident), hingga apresiasi dari Kementerian Hukum dan HAM.

Tongkat estafet pembangunan kemudian dilanjutkan oleh Bupati Bengkalis ke-15, Kasmarni, bersama Wakil Bupati Bagus Santoso. Kehadiran pemimpin perempuan pertama di Negeri Junjungan membawa semangat baru melalui visi Kabupaten Bengkalis Bermasa (Bermarwah, Maju, dan Sejahtera).

Jika pada periode sebelumnya pembangunan banyak berfokus pada fondasi fisik, maka era Kabupaten Bengkalis Bermasa menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Berbagai program diarahkan langsung pada pemenuhan hak dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, ketahanan pangan, dan perlindungan sosial.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebanyak 13.364 pelajar dan 384 tenaga pendidik menerima bantuan beasiswa. Selain itu, 26.682 siswa memperoleh bantuan perlengkapan sekolah.

Baca Juga :  Polda Riau Sita 203 Kg Sabu dan 404.491 Butir Ekstasi dari 16 Tersangka

Peningkatan sarana pendidikan juga dilakukan melalui pengadaan mebel untuk 304 sekolah serta rehabilitasi 259 gedung sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan.

Sektor kesehatan menjadi salah satu capaian paling menonjol selama masa kepemimpinan Kasmarni. Sebanyak 678.581 jiwa telah terjamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional sehingga mengantarkan Kabupaten Bengkalis meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award.

Selain itu, sebanyak 56.721 tenaga kerja telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah juga membangun dan merehabilitasi 52 fasilitas puskesmas serta memulai pengembangan RSUD Pratama Rupat sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Keberhasilan lain yang cukup membanggakan adalah turunnya angka stunting secara signifikan hingga mencapai 4,4 persen, menjadikan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu daerah dengan capaian penurunan stunting terbaik di Provinsi Riau.

Pada sektor infrastruktur, pemerataan pembangunan terus berlanjut. Selama periode kepemimpinan Kasmarni dan Bagus Santoso, tercatat pembangunan jalan mencapai 583,33 kilometer, pembangunan 14 unit jembatan, pembangunan pengaman pantai sepanjang 7,7 kilometer, serta rehabilitasi dan pembangunan 599 rumah ibadah.

Perhatian terhadap kualitas hunian masyarakat juga diwujudkan melalui pembangunan 583 unit rumah layak huni baru serta rehabilitasi 1.652 unit rumah masyarakat kurang mampu.

Transformasi pelayanan publik turut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Melalui berbagai inovasi pelayanan administrasi kependudukan, masyarakat kini semakin mudah mengakses berbagai dokumen penting.

Capaian pelayanan tersebut terlihat dari 473.751 layanan perekaman KTP elektronik, 143.043 penerbitan Kartu Keluarga, 355.978 penerbitan akta kelahiran, hingga 136 pasangan yang memperoleh akta perkawinan melalui program sidang isbat gratis.

Sementara itu, ketahanan pangan daerah terus diperkuat melalui penyaluran Cadangan Pangan Beras kepada 2.630 penerima manfaat, bantuan lahan bagi 385 petani, pembangunan tiga unit lumbung pangan, serta pelaksanaan 45 kali Pasar Pangan Murah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Siak Luncurkan Program Subsidi Margin untuk Pelaku UMKM dan Peternak

Perjalanan pembangunan Kabupaten Bengkalis selama satu dekade menjadi gambaran nyata bagaimana kesinambungan kepemimpinan mampu melahirkan kemajuan yang berkelanjutan.

Fondasi pembangunan yang diletakkan pada masa Amril Mukminin berhasil menjadi pijakan kuat bagi percepatan pembangunan pada era Kabupaten Bengkalis Bermasa di bawah kepemimpinan Kasmarni dan Bagus Santoso.

Semangat tersebut turut tergambar dalam gelaran Ekraforia 2026 yang berlangsung di kawasan bersejarah Penjara Belanda Huis van Bewaring Bengkalis. Kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis itu menampilkan perjalanan kepemimpinan daerah dari masa ke masa sebagai refleksi sekaligus inspirasi pembangunan masa depan.

Pelaksana Tugas Kepala Disbudparpora Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, menyebutkan bahwa meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan bahwa beberapa program prioritas yang tetap berjalan di antaranya pengembangan fasilitas RSUD Pratama Rupat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kawasan wisata dan kebun binatang Selatbaru, serta rencana rehabilitasi GOR dengan dukungan Pemerintah Pusat.

Selain itu, pembangunan infrastruktur strategis juga terus dilakukan melalui peningkatan Jalan Ketam Putih–Sekodi senilai Rp5,4 miliar, peningkatan Jalan Sialang Rimbun, Desa Muara Basung, senilai Rp5 miliar, peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Bathin Solapan senilai Rp5 miliar, peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih–Titi Akar senilai Rp3,6 miliar, pemeliharaan berkala Jalan Ketam Putih–Sekodi senilai Rp3 miliar, serta peningkatan Jalan Gajahan, Kecamatan Pinggir, senilai Rp5 miliar.

Dengan berbagai capaian tersebut, perjalanan Kabupaten Bengkalis dari 2016 hingga 2026 menunjukkan sebuah garis pembangunan yang terus bergerak maju. Dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat, Negeri Junjungan terus menata masa depan menuju daerah yang semakin maju, sejahtera, dan bermarwah. [Fadil]