Penggiat Olahraga Ekstrem Batam Minta Dinding Panjat Tebing di Alun-Alun Engku Putri Kembali Dibangun

Para penggiat olahraga ekstrem menggelar acara silahturahmi di Alun-Alun Engku Putri Batam, Rabu (29/1/25).

BATAM, DURASI.co.id – Suasana malam di Alun-Alun Engku Putri Batam tampak berbeda pada Rabu, 29 Januari 2025. Para penggiat olahraga ekstrem, termasuk pemanjat tebing dan komunitas pecinta alam, berkumpul dalam acara silaturahmi yang penuh kenangan.

Beberapa tokoh yang hadir antara lain Dian Desima, aktivis sekaligus atlet panjat tebing Batam yang pernah meraih peringkat nasional, Hermandri pemanjat senior Batam, serta Budi, Demang, Nunung, Dikin, dan banyak lainnya. Tak ketinggalan Ria Saptarika anggota DPD RI, serta Yunus anggota DPRD Kota Batam periode 2024-2029.

Dalam kesempatan itu, Ria Saptarika mengenang kembali memori terkait Dinding Panjat Artificial yang sempat dibangun saat dirinya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batam.

Baca Juga :  Diduga Lecehkan Mahasiswi, RMI Kepri Dorong Polresta Tanjungpinang Tangkap Oknum Dosen UMRAH

“Dinding panjat ini dibangun dengan menggunakan dana APBD Kota Batam. Ketika ada acara akbar nasional, dinding tersebut dibongkar,” kenang Ria.

Lebih lanjut, acara silaturahmi ini juga menjadi ajang untuk menyuarakan harapan agar dinding panjat yang dulu berdiri di Alun-Alun Engku Putri Batam dapat dibangun kembali.

Dinding Panjat Artificial pertama kali dibangun sekitar tahun 2010, pada masa jabatan Ria Saptarika sebagai Wakil Walikota Batam. Dengan anggaran sekitar Rp3 miliar yang dialokasikan dari APBD, dinding tersebut terdiri dari dinding speed dan overhang setinggi 18 meter yang menggunakan rangka baja dan dinding fiber. Selain itu, ada juga tiga unit boulder untuk latihan pemula.

Baca Juga :  Fast Respon Dalam Pelayanan, Jasa Raharja Kepri Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Meninggal Dunia di Jalan Gajah Mada

Namun, pada tahun 2014, saat acara MTQ Nasional digelar di Batam, keberadaan dinding panjat dianggap mengganggu estetika sehingga dilakukan pembongkaran. Puing-puingnya kemudian dibawa ke workshop Dinas Pekerjaan Umum (sekarang Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air) di Tanjung Uncang. Hingga saat ini, dinding panjat tersebut belum dipasang kembali, dan yang tersisa hanya tapak pondasi dari bangunan tersebut.

Anggota DPRD Kota Batam, Yunus yang juga hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa dirinya turut mengawal pembangunan dinding panjat tersebut di DPRD Kota Batam.

“Saat itu, saya juga menjabat sebagai Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Cabang Batam. Ketika pembongkaran terjadi, saya sudah tidak menjabat lagi. Namun, saya sangat menyayangkan bahwa proses pembongkaran tidak melibatkan FPTI, sehingga dinding tersebut rusak saat dibongkar,” kata Yunus.

Baca Juga :  Nada Salsabila Kamil Rilis Novel Terbaru “Riana”

Seluruh peserta acara silaturahmi tersebut berharap agar dinding panjat Engku Putri dapat segera dibangun kembali demi mendukung perkembangan olahraga ekstrem di Batam. (red)