Pesan Terakhir Penjual Bakso di Batam Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung

Polisi memasang garis polisi di lokasi penjual bakso yang ditemukan tewas tergantung di rumahnya, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. (Foto: Ledi-Durasi.co.id)

BATAM, DURASI.co.id – Keluarga Affen (55), penjual bakso di Batam yang ditemukan tewas tergantung di teras rumahnya, menolak dilakukan autopsi. Pria berusia 55 tahun itu pertama kali ditemukan oleh tetangganya pada Sabtu (1/11/2025) pagi, saat hendak menunaikan salat Subuh berjemaah di salah satu masjid di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin melalui Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana, mengatakan hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tim Inafis Polresta Barelang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda kekerasan. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Baca Juga :  Kepala BPKAD Batam Minta Penggunaan Anggaran Konsumsi dan Perjalanan Dinas TA 2020-2021 Tak Diekspos, Ada Apa?

Setelah olah TKP selesai, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Batam. Berdasarkan keterangan anak korban, Affen sempat mengirim pesan singkat pada Jumat (31/10) sekitar pukul 09.50 WIB. Dalam pesan tersebut, ia meminta maaf karena merasa belum mampu merawat anaknya hingga dewasa, serta berpesan agar sang anak rajin belajar.

Diketahui, Affen merupakan warga asal Blitar yang tinggal di Perumahan Botania Garden, RW 43, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Ia tinggal bersama anaknya yang masih duduk di bangku SMP setelah istrinya meninggal dunia akibat sakit.

Ketua RW 43, Imron, membenarkan adanya surat yang ditinggalkan Affen untuk anaknya. Surat itu berisi permohonan maaf dan pesan terakhir yang menyentuh hati.

Baca Juga :  Kedepankan Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal, Muhammad Rudi: Ekonomi Kepri Harus Maju

“Surat itu ditujukan untuk anaknya. Sekarang anaknya sudah diasuh oleh bibinya dan dibawa keluar kota,” ungkap Imron.

Pantauan di lokasi menunjukkan rumah kontrakan yang dulu ditempati Affen kini tampak kosong. Di depan rumah, masih terparkir gerobak kuning bertuliskan Bakso Idola dengan cat yang mulai pudar.

Warga sekitar menyebut, Affen dikenal sebagai sosok yang ramah dan rajin berjualan bakso keliling dari sore hingga malam hari di sekitar Simpang Nadim Raya.

Salah satu tetangga, Sholehah, mengatakan sebelum kejadian, Affen sempat beberapa kali mengeluh soal kesulitan ekonomi dan pernah menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri hidup.

“Dia pernah bilang sudah tidak kuat. Suami saya sempat menasihatinya dan melarang berpikiran seperti itu,” ucap Sholehah.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Lakukan Skrining Kesehatan Mental di Sekolah

Usai kejadian, rumah sewa yang dulu ditempati Affen sudah mulai dikosongkan. Sekitar pukul 13.40 WIB, warga membantu memindahkan barang-barang korban menggunakan mobil bak terbuka ke lokasi lain di Batam.

Penulis: Ledi
Editor: Aliman