Pimpin Apel Siaga Nataru, Mardi Santoso Ingatkan Jajaran Jaga Profesionalisme dan Integritas

Apel Siaga Pengamanan Nataru di lingkungan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah di Lapas Semarang, Senin (29/12/25).

SEMARANG, DURASI.co.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, memimpin langsung Apel Siaga Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Senin (29/12/2025).

Bertempat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang, Kakanwil menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan dan pelayanan selama Nataru ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang profesional, responsif, dan berintegritas, serta kedisiplinan di setiap satuan kerja.

Dibutuhkan peran kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk selalu hadir di lapangan, mengendalikan situasi dan kondisi, serta memastikan seluruh jajaran melaksanakan tugas dan fungsi dengan sangat baik, memegang teguh amanah, serta tanggung jawab sesuai ketentuan.

“Keamanan dan ketertiban selama Nataru tidak bisa berjalan optimal tanpa kepemimpinan yang profesional, responsif, berintegritas, dan berdedikasi tinggi. Kepala UPT harus mampu menjadi pengendali situasi serta memastikan setiap petugas bekerja profesional dan bertanggung jawab sesuai ketentuan regulasi yang berlaku,” tegas Mardi.

Baca Juga :  Ikatan Penyuluh KB Karesidenan Pekalongan Adakan Latihan Jelang Porseni Jawa Tengah

Kepada seluruh jajaran, Kakanwil mengingatkan untuk senantiasa waspada, mematuhi standar operasional prosedur, serta menjaga komunikasi di setiap lini. Nataru memiliki potensi gangguan yang lebih tinggi sehingga tidak boleh dipandang sebagai rutinitas semata. Setiap perkembangan di lapangan harus segera ditindaklanjuti dan dilaporkan secara berjenjang.

Kakanwil juga meminta agar tidak ada ruang bagi kelalaian, penyimpangan, maupun pelanggaran sekecil apa pun. Integritas merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan dan sejalan dengan core value Imigrasi dan Pemasyarakatan (ImiPas) PRIMA.

Lebih lanjut, Mardi Santoso menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan pemasyarakatan harus tetap dilaksanakan secara optimal, humanis, ramah, dan profesional, namun tetap tegas dan terukur. Ia mengingatkan bahwa pengamanan dan pelayanan bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan.

Baca Juga :  GPBI dan APB Pemalang Menyayangkan Aksi Anarkis saat Unjuk Rasa Hari Buruh di Semarang

Mengakhiri amanatnya, Kakanwil mengajak seluruh jajaran untuk saling mengingatkan, menjaga soliditas, serta menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama perayaan Nataru. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Natal kepada petugas yang merayakan, seraya berharap momentum Nataru menjadi ajang pembuktian profesionalisme aparatur pemasyarakatan.

“Jadikan masa Nataru sebagai momentum untuk menunjukkan integritas dan profesionalisme kita sebagai aparatur negara demi terwujudnya pengamanan dan pelayanan yang aman, tertib, dan kondusif,” tuturnya.

Kegiatan Apel Siaga Nataru turut dihadiri Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, beserta seluruh jajaran pejabat struktural dan pejabat fungsional umum serta tertentu lainnya.

Totok menegaskan bahwa petugas Bapas Kelas I Semarang siap berperan aktif dalam bantuan pengamanan baik di Lapas maupun Rutan. Peran ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi Bapas dalam sistem pemasyarakatan secara keseluruhan.

Baca Juga :  Pabrik Es Diduga Milik PT Dedy Jaya Lambang Perkasa di Pemalang Nyaris Bangkrut, Karyawan Dirumahkan Tanpa Gaji

“Partisipasi dan peran aktif Bapas Kelas I Semarang dalam pengamanan dan pelayanan selama Nataru menunjukkan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk turut menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif bagi masyarakat selama perayaan hari besar tersebut,” terang Totok.

Apel Siaga Nataru diikuti Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Karesidenan Semarang. Melalui apel siaga ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan serta menjaga situasi Lapas dan Rutan di wilayah Jawa Tengah tetap aman, tertib, dan kondusif selama perayaan Nataru. [Joko Susanto]