Warga Minta Proyek Joging Track Wanarejan Selatan Dikerjakan Penuh

Kondisi proyek joging track di lapangan Kelurahan Wanarejan Selatan, Pemalang. (Foto: Prapto/Durasi.co.id)

PEMALANG, DURASI.co.id – Proyek joging track di lapangan Kelurahan Wanarejan Selatan menuai komentar dari warga setempat. Pasalnya, proyek tersebut hanya dikerjakan di setengah bagian lapangan dan menimbulkan kerusakan, terutama di bagian depan gawang.

Salah satu warga setempat, Mis, mengungkapkan bahwa proyek joging track yang baru dikerjakan sekitar dua minggu lalu sudah mengalami keretakan. Namun, masalah tersebut langsung diperbaiki oleh pihak terkait setelah adanya aduan dari masyarakat.

“Baru dikerjakan beberapa hari sudah retak, tetapi sudah ditambal,” ujarnya.

Tak hanya itu, sejak dimulainya pengerjaan proyek tersebut, papan proyek tidak dipasang. Menurut Mis, ia tidak melihat adanya papan proyek hingga pekerjaan joging track tersebut selesai.

Baca Juga :  Diduga Oknum Kadus Selewengkan Dana Bansos PKH, Puluhan Warga Datangi Kantor Pemdes Kendaldoyong

Mis juga meminta agar pekerjaan joging track dikerjakan secara penuh. Berdasarkan informasi yang ia terima, pekerjaan tersebut akan kembali dilaksanakan pada Februari. Namun, menurutnya, informasi tersebut belum jelas apakah benar akan direalisasikan pada bulan tersebut atau tidak.

“Saya ingin pekerjaan ini dilaksanakan secara penuh agar bisa digunakan untuk joging,” katanya.

Selain itu, Mis meminta pemerintah setempat agar memperbaiki lapangan yang rusak, terutama rumput yang sudah tinggi, agar segera dipangkas.

Sementara itu, Lurah Wanarejan Selatan, Indra, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui pekerjaan proyek tersebut. Pasalnya, saat proyek berlangsung, ia belum menjabat sebagai Lurah Wanarejan Selatan.

Meski demikian, permintaan warga agar pekerjaan joging track dilaksanakan secara penuh tetap akan diajukan. Ia menegaskan tidak mungkin joging track hanya dikerjakan setengah.

Baca Juga :  FMPP Kabupaten Tegal Audiensi dengan Dinas Pendidikan, Bahas Revitalisasi SD

“Nanti akan saya usulkan kembali agar segera diselesaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dirinya memang tidak mengetahui apakah pekerjaan tersebut dalam rencana anggaran biaya (RAB) hanya dikerjakan sebagian atau secara penuh. Hal itu karena ia baru menjabat sebagai lurah di Wanarejan Selatan selama dua hari dan belum mendapat informasi terkait proyek tersebut.

Saat ditanya mengenai tidak adanya papan proyek, ia mengatakan bahwa pemasangan papan proyek merupakan kewajiban penyedia. Namun demikian, ia menegaskan bahwa sebelum pekerjaan proyek apa pun dilaksanakan, papan proyek harus terpasang.

“Kalau tidak ada papan proyek, pasti warga banyak yang bertanya ini pekerjaan apa,” tandasnya. [Prapto]