TEGAL, DURASI.co.id – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan dunia pendidikan. Keluarga besar SMP Negeri 2 Dukuhwaru menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Senin (9/2/2026).
Aksi sosial tersebut menjadi wujud nyata empati dan solidaritas sekolah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah bencana alam. Tanah bergerak yang terjadi di wilayah tersebut telah mengganggu aktivitas serta kenyamanan hidup warga, bahkan memaksa sebagian masyarakat berada dalam kondisi darurat pascabencana.
Bantuan yang disalurkan berasal dari donasi sukarela para guru, staf, karyawan, serta seluruh siswa SMP Negeri 2 Dukuhwaru. Donasi yang berhasil dihimpun diwujudkan dalam bentuk uang dan disalurkan satu pintu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, sesuai mekanisme penyaluran bantuan bagi satuan pendidikan tingkat SMP.
Kepala SMP Negeri 2 Dukuhwaru, Umi Chasanah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan keluarga besar sekolah terhadap warga yang tengah tertimpa musibah.
“Kami menyadari bahwa saudara-saudara kita di Desa Padasari saat ini sedang menghadapi cobaan yang tidak ringan. Bencana tanah bergerak ini tentu berdampak besar terhadap kehidupan mereka. Oleh karena itu, kami berinisiatif menggalang donasi dari guru, staf, karyawan, serta siswa untuk membantu meringankan beban mereka,” ujar Umi Chasanah.
Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa, namun diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga serta memberikan dukungan moral agar para korban tetap memiliki semangat untuk bangkit.
“Donasi yang kami kumpulkan kami salurkan dalam bentuk uang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penguat semangat bagi masyarakat Desa Padasari,” tuturnya.
Lebih lanjut, Umi Chasanah menegaskan bahwa kegiatan sosial ini juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Melalui aksi kemanusiaan tersebut, para siswa diajak belajar secara langsung tentang nilai empati, solidaritas, dan kepedulian sosial.
“Sekolah tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kepekaan sosial peserta didik. Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa membantu sesama, terutama saat terjadi bencana, adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman ini dapat membekas di hati para siswa dan menjadi bekal dalam kehidupan mereka di masa depan sehingga tumbuh menjadi generasi yang peduli dan peka terhadap lingkungan sosial.
Penyaluran bantuan tersebut disambut dengan rasa syukur oleh warga Desa Padasari. Bantuan yang diterima dinilai sangat membantu, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan akibat dampak bencana tanah bergerak yang masih dirasakan hingga kini.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan SMP Negeri 2 Dukuhwaru menjadi bukti bahwa semangat solidaritas dan gotong royong dapat ditumbuhkan sejak dini melalui dunia pendidikan. Di tengah situasi darurat bencana, kepedulian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan, menjadi kekuatan penting dalam membantu warga bangkit dan memulihkan kondisi pascabencana. [Ikhwanudin]









