JAKARTA, DURASI.co.id – Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi DKI Jakarta menggelar Napak Tilas Proklamasi 2026 untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Museum Joang 45 dan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (16/8/2026).
Mengusung tema “Refleksi Kemerdekaan untuk Masa Kini dan Nanti”, kegiatan tersebut diikuti jajaran Disbud Provinsi DKI Jakarta, komunitas sejarah, veteran, pelajar, guru pendamping, serta peserta lainnya.
Napak Tilas Proklamasi 2026 dirancang sebagai kegiatan edukasi yang mengajak peserta mengenang perjuangan bangsa menuju kemerdekaan sekaligus menumbuhkan nasionalisme melalui pengalaman langsung di sejumlah lokasi bersejarah.
Rangkaian kegiatan bertajuk “Napak Tilas Proklamasi: Kirab Jejak Juang Bangsa” dimulai dari Museum Joang 45 dan berakhir di Tugu Proklamasi.
Dalam perjalanan tersebut, peserta menyusuri sejumlah titik bersejarah sambil mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dan menyelesaikan misi yang mengangkat nilai persatuan, perjuangan, kepemimpinan, serta gotong royong.
Selain melibatkan komunitas sejarah, kegiatan ini diikuti pelajar dari berbagai wilayah di DKI Jakarta. Disbud DKI Jakarta juga menghadirkan Mission Proklamasi, yakni perlombaan beregu bagi pelajar tingkat SMA/SMK yang memadukan kegiatan napak tilas dengan permainan edukatif berbasis misi.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan sejarah pelajar mengenai perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, Napak Tilas Proklamasi 2026 diharapkan dapat menanamkan nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air dengan cara yang kreatif, sekaligus membangun semangat kolaborasi, kreativitas, dan kekompakan di kalangan generasi muda.
Kegiatan tersebut juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali peran sejumlah lokasi bersejarah agar semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku atau ruang kelas, tetapi juga dihadirkan melalui pengalaman langsung dengan menyusuri lokasi-lokasi yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,” katanya.
Miftahulloh menilai, pengalaman langsung di lokasi bersejarah dapat membuat sejarah lebih dekat dan mudah dipahami oleh generasi muda. Karena itu, sejarah diharapkan tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi.
“Perjalanan menyusuri lokasi bersejarah menjadi momentum untuk memahami bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui proses panjang yang dipenuhi perjuangan, persatuan, keberanian, dan pengorbanan,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin menilai Jakarta memiliki kedudukan penting dalam perjalanan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Menurut Arifin, kegiatan napak tilas tidak hanya mengajak masyarakat mengikuti rute sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan untuk diterapkan dalam kehidupan masa kini.
“Jakarta bukan sekadar ibu kota negara. Jakarta adalah saksi lahirnya Republik Indonesia. Di kota inilah berbagai peristiwa penting menjelang proklamasi berlangsung,” ujarnya.
Ia menyebut kegiatan tersebut dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi masyarakat, khususnya pelajar. Pengalaman menyusuri lokasi bersejarah diharapkan mampu memperkuat nasionalisme sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kemerdekaan.
“Mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan yang kita nikmati, tetapi juga amanah yang harus bersama-sama kita jaga,” sebutnya.
Arifin juga mengingatkan pelajar agar tidak memandang sejarah hanya sebagai rangkaian tanggal dan peristiwa yang harus dihafalkan. Menurutnya, sejarah harus mampu menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya dan kontribusi bagi bangsa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, tetapi juga mampu melanjutkan cita-cita mereka melalui prestasi, inovasi, integritas, dan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.
Ia berharap Napak Tilas Proklamasi dapat terus menjadi ruang edukasi yang membantu membentuk karakter generasi muda. Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang memiliki perjalanan panjang dalam sejarah perjuangan menuju kemerdekaan.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan kebudayaan yang mampu mendekatkan masyarakat dengan sejarah kotanya,” katanya. [Feri]









