NATUNA, DURASI.co.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Natuna merayakan Hari Guru Nasional (HGN) dengan penuh kehangatan dan keceriaan, jauh dari kesan formal yang kaku, Rabu (26/11/2025).
Kepala MAN 1 Natuna, Samsu Nazaruddin, mengatakan peringatan tahun ini menjadi momen spesial untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memberikan apresiasi kepada para pahlawan tanpa tanda jasa melalui serangkaian lomba yang unik dan mengundang gelak tawa.
“Inti dari perayaan tersebut bukan hanya perlombaan, melainkan semangat kebersamaan antara guru dan siswa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia yang mayoritas merupakan pengurus OSIM menyelenggarakan sejumlah lomba yang dirancang khusus untuk menguji kekompakan dan keterampilan para guru di luar ruang kelas,” tutur Samsu.
Lebih lanjut, Samsu menjelaskan, lomba estafet melibatkan tim campuran guru perempuan dan laki-laki. Lomba ini tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga ketelitian dan kerja sama dalam memindahkan benda dari satu titik ke titik lain.
“Sorak-sorai penonton dan gelak tawa menggema di lapangan madrasah setiap kali ada anggota tim yang tergelincir atau gagal menyelesaikan tugasnya dengan mulus, menciptakan suasana meriah dan akrab,” jelasnya.
Khusus bagi guru perempuan, diselenggarakan Lomba Kursi Goyang. Lomba yang tampak sederhana ini ternyata menguji keseimbangan dan konsentrasi.
“Para guru harus berjalan cepat sambil menjaga kursi kecil di atas kepala atau bagian tubuh lainnya tanpa menjatuhkannya. Aksi penuh kehati-hatian para “Srikandi Madrasah” ini menjadi tontonan yang menghibur seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Puncak keseruan terjadi saat Lomba Masak yang dikhususkan bagi guru laki-laki. Para guru mata pelajaran umum dan agama bertransformasi menjadi “chef dadakan”. Menu yang dilombakan umumnya sederhana dan cepat saji, namun penilaian menitikberatkan pada kreativitas, rasa, dan higienitas.
Tingkah lucu para guru yang kebingungan mencari bumbu atau memotong sayuran mengundang tawa, sekaligus membuktikan bahwa guru laki-laki MAN 1 Natuna juga memiliki keterampilan memasak. Hasil masakan kemudian dicicipi oleh dewan juri yang terdiri dari perwakilan siswa.
Lomba Sambung Lagu menguji pengetahuan musik para guru serta kecepatan mereka menyambung lirik dari bait terakhir yang dinyanyikan peserta sebelumnya. Lomba ini menjadi ajang nostalgia dan hiburan musikal, di mana para guru menunjukkan bakat terpendam dalam bernyanyi, sering kali disertai improvisasi lirik yang jenaka.
Sementara itu, Kepala Bidang Kurikulum MAN 1 Natuna, Fuji Rohyatin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut.
“Hari Guru bukan hanya tentang upacara. Ini adalah waktu untuk beristirahat sejenak dari rutinitas, bersenang-senang, dan menunjukkan bahwa di balik seragam dinas, kami juga manusia biasa yang bisa tertawa dan bermain. Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh siswa yang telah menyiapkan acara luar biasa ini,” tuturnya.
Penulis: Fitri
Editor: Indra







