PEMALANG, DURASI.co.id – Marwah dunia pendidikan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kembali tercoreng akibat ulah oknum-oknum yang tidak bermoral. Masyarakat dan lingkungan pendidikan memperbincangkan dugaan perselingkuhan seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Ulujami dengan pria idaman lain.
Dalam kabar yang beredar, oknum guru tersebut berinisial ER. Saat ini ia berstatus sebagai guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), yang notabene adalah seorang ASN (Aparatur Sipil Negara).
SU, suami ER, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tingkah laku istrinya mulai tercium sejak tahun 2023. Keharmonisan rumah tangga mulai terganggu sejak kehadiran orang ketiga, terutama saat sang suami sedang melaut.
“Ketahuannya tahun 2023, kalau tidak salah bulan sembilan (September). Saya kan di rumah tidak pernah lama. Dapat omongan dari si A, si B, tapi berdasarkan bukti,” kata suami ER yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK), Rabu, 30 April 2025.
“Bukti-bukti ada. Masih saya simpan,” imbuhnya.
SU berniat melaporkan perilaku istrinya ke instansi kepegawaian agar diberikan sanksi, karena menurutnya, seorang guru seyogianya memberi contoh yang baik.
“Saya lapor ke KWK Ulujami (Mad Yaskur) lewat WA pada 27 Oktober 2024. Tapi saya WA-nya malam. Waktu itu Pak Yaskur katanya lagi diklat di Solo,” ucapnya.
Satuan Pendidikan Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK) Ulujami, Mad Yaskur, membenarkan bahwa ada laporan dari suami ER yang meminta bantuan.
Pihaknya juga telah memanggil ER dan menyarankan agar menghadap ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang.
“Informasi yang saya terima, yang bersangkutan (ER) ingin bercerai. Kalau tidak salah, sudah mengajukan cerai sebelum bulan puasa,” kata Mad Yaskur.
Sebelum mengambil langkah pengajuan ke Pengadilan Agama, menurutnya, pihak Dindikbud menyarankan agar ER berkonsultasi ke BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan) guna menghindari perceraian.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang melalui Kepala Bidang Ketenagaan, Joko Priyono, mengaku belum mengetahui adanya laporan terkait perilaku oknum guru tersebut.
“Belum tahu, Mas. Nanti kami kroscek, ya. Ini lagi ada kegiatan,” jawabnya singkat. (Alwi)









