Gubernur Kepri Pastikan Pariwisata Tetap Kondusif di Tengah Aksi Demonstrasi Nasional

Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (Foto: Dok Diskominfo)

ADVETORIAL, DURASI.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menegaskan kondisi pariwisata di daerah itu tetap aman, kondusif, dan ramah bagi wisatawan, meskipun sejumlah wilayah di Indonesia tengah diliputi aksi demonstrasi.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan, empat pintu masuk utama wisatawan mancanegara, yakni Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang, beroperasi normal dengan arus kedatangan turis asing yang stabil.

“Setiap hari wisatawan dari Singapura, Malaysia, hingga berbagai negara Asia dan Eropa tiba melalui pelabuhan feri internasional maupun bandara di Kepri,” kata Ansar, Jumat (5/9/2025).

Menurut Ansar, senyum ramah petugas imigrasi, layanan pariwisata yang profesional, serta atmosfer hangat khas masyarakat Melayu siap menyambut wisatawan.

Baca Juga :  Bakal Dibongkar, Kelurahan Bengkong Laut Kirim SP 1 kepada Pemilik Kios Ilegal di Buffer Zone

“Kepri selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan, sehingga wisatawan bisa menikmati keindahan alam dan budaya Melayu tanpa gangguan. Inilah saat yang tepat menunjukkan kepada dunia bahwa Kepri adalah rumah kedua yang ramah dan damai bagi wisatawan,” ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri pada Juli 2025 meningkat 25,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari sekitar 126.418 kunjungan menjadi 158.043 kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menambahkan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari imigrasi, kepolisian, pelabuhan, bandara, hingga pelaku industri pariwisata. Ia mengakui adanya peningkatan kewaspadaan global akibat demonstrasi di sejumlah kota di Indonesia, namun arus wisatawan ke Kepri tetap stabil.

Baca Juga :  Kejati Kepri Pastikan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Pelindo Batam Terus Berjalan

Menurut Hasan, Batam dan Bintan masih menjadi magnet utama karena akses cepat dari Singapura dan Malaysia, sementara Karimun dan Tanjungpinang tumbuh sebagai destinasi wisata budaya, sejarah, dan bahari. Wisatawan dari Singapura dan Malaysia tetap mendominasi, ditambah kebijakan relaksasi visa bagi permanent resident (PR) Singapura yang memperkuat tren kunjungan.

“Situasi kondusif ini membuktikan Kepri sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia yang tangguh. Lebih dari sekadar berwisata, kedatangan mereka menjadi jembatan persahabatan antarbangsa sekaligus penggerak roda ekonomi daerah,” ujar Hasan.