Karantina Pekanbaru Fasilitasi Eksportir Muda

  • Bagikan
Ilustrasi Merdeka Ekspor. (Foto: Ist)

PEKANBARU, DURASI.co.id – Keberadaan PT. Bio Cycle Indo di Kota Pekanbaru merupakan langkah ekspansi industri agar lebih dekat dengan sumber pakan (limbah bungkil sawit) setelah mendapat investor asing dari perusahaan Belanda yang bergerak di bidang biological system agri dan livestock.

Karantina Pertanian Pekanbaru sendiri selaku koordinator Gratieks di Provinsi Riau, mulai berikan fasilitasi sertifikasi ekspor larva lalat prajurit hitam (Black Soldier Fly/BSF) yang biasa disebut maggot sejak bulan Januari 2021.

“Ini adalah tahun pertama Pekanbaru ekspor magot, hingga bulan September 2021, kami sudah fasilitasi 5 kali sertifikasi ekspor magot tujuan Inggris, Kanada, dan Taiwan, dengan total volume mencapai 2.858 kg,” ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Pekanbaru, Rina Delfi, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga :  Konflik Lahan Rantau Kasih Kampar, Kadis LHK Riau: Pelepasan Diatur UU Cipta Kerja 2020

Meski saat ini baru ada satu pelaku usaha eksportir maggot yang berskala industri,  Rina berharap kedepannya akan muncul lebih banyak lagi eksportir muda lainnya dan menjadikan maggot menjadi komoditas unggulan ekspor baru dari Pekanbaru. Ia akan bantu kawal dan fasilitasi siapa saja yang akan membawa komoditas pertanian Indonesia bersaing di pasar Internasional.

“Kemarin kami pertemukan 12 orang perwakilan pelaku usaha agribisnis muda di Pekanbaru dengan Kepala Badan Karantina Pertanian, agar dapat melakukan dialog secara langsung dukungan apa yang bisa disinergiskan untuk meningkatkan volume dan peluang akses pasar ekspor baru,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hak cipta dilindungi undang-undang