PEMALANG, DURASI.co.id – Di tengah terpaan isu pungutan liar (pungli) yang akhir-akhir ini melanda dunia pendidikan di Kabupaten Pemalang menjelang tahun ajaran baru, mencuat berbagai isu seperti iuran perpisahan, kenang-kenangan, praktik penjualan sampul ijazah, foto, cetak nama, dan lain sebagainya.
Namun, serangkaian isu tersebut tak menjadi penghalang bagi pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Kendalsari. Dengan penuh kesederhanaan, para orang tua/wali murid secara swadaya menggelar acara pentas seni dan budaya serta pelepasan siswa-siswi kelas VI SDN 03 Kendalsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, pada Senin, 16 Juni 2025, di halaman sekolah setempat.
Suasana penuh khidmat, haru, dan meriah mewarnai momen temu pisah tersebut. Dalam pantauan DURASI.co.id, puluhan siswa-siswi menampilkan bakatnya, mulai dari tari tradisional hingga sambutan menggunakan bahasa Jawa.
Hadir dalam acara tersebut kepala sekolah, guru, komite sekolah, kepala desa setempat, pengawas, orang tua/wali murid, serta seluruh siswa.
Kepala SDN 3 Kendalsari, Eko Budiarto, mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para wali murid atas partisipasi penuh serta semangat mereka dalam menyelenggarakan acara perpisahan tahun ini secara swadaya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu wali murid, khususnya kelas VI. Baru tahun ini seluruh acara perpisahan ini diserahkan sepenuhnya kepada orang tua,” kata Eko dalam sambutannya.
“Guru tidak turut campur dalam kepanitiaan maupun pembiayaan. Ini semua inisiatif dan hasil gotong royong orang tua murid,” imbuhnya.
Menurut Pak Eko, sebelumnya ia sempat menawarkan kepada orang tua apakah kegiatan pelepasan perlu diadakan atau cukup dilakukan secara sederhana di dalam ruangan. Namun, keputusan akhir tetap ia serahkan sepenuhnya kepada wali murid.
“Karena kami, para guru, mendapatkan arahan dari pimpinan untuk tidak meminta sumbangan dari orang tua, maka semua keputusan dan pembiayaan menjadi inisiatif mereka. Saya hanya menyediakan tempat saja,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Eko menyampaikan pesan penuh haru kepada siswa-siswi kelas VI yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Anak-anakku, Pak Guru dan Ibu Guru juga minta maaf ya, mungkin selama ini pernah marah kepada kalian. Tapi percayalah, itu semua demi meluruskan jalan kalian yang kadang belok,” ucapnya.
Terlihat di lokasi acara, para orang tua murid tampak antusias menyaksikan penampilan anak-anak mereka. Suasana kian haru saat prosesi sungkeman dilakukan oleh siswa kelas VI kepada para guru sebagai simbol permohonan maaf dan terima kasih atas bimbingan selama ini.
Dengan penuh semangat dan semarak budaya, kegiatan perpisahan ini menjadi kenangan manis yang tak terlupakan bagi para siswa sebelum melanjutkan perjalanan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. [Alwi]







