Peserta Seleksi Perangkat Desa Mengori Tuntut Pembatalan Hasil, Kades Akui Banyak Kelalaian

Diskusi proses seleksi perangkat desa di Kantor Kepala Desa Mengori, Kamis (6/1/26).

PEMALANG, DURASI.co.id – Para peserta penjaringan perangkat Desa Mengori, Kecamatan Pemalang, melayangkan surat pernyataan sikap. Dalam surat tersebut, mereka menyatakan bahwa pelaksanaan proses seleksi perangkat Desa Mengori tahun 2025 tidak sah.

Mereka menilai terdapat ketidaksesuaian dalam proses yang dijalankan oleh panitia seleksi perangkat Desa Mengori. Oleh karena itu, mereka menuntut pembatalan hasil seleksi perangkat Desa Mengori tahun 2025 untuk jabatan Kepala Seksi Pemerintahan.

Adapun dasar tuntutan tersebut, antara lain tata tertib pembuatan soal ujian tes tertulis yang seharusnya dibacakan, tetapi tidak dibacakan. Selain itu, tata tertib pembuatan soal tes tertulis yang melarang pembuat soal membawa alat komunikasi juga tidak dipatuhi, karena faktanya pembuat soal tidak mengumpulkan alat komunikasi kepada panitia.

Baca Juga :  Proyek City Walk Jalan Jenderal Sudirman Pemalang Segera Dibangun

Mereka juga menilai tidak adanya transparansi dalam proses pembuatan soal karena tidak melibatkan saksi dari perwakilan peserta.

Tidak hanya itu, dalam proses pembuatan soal, para peserta menilai terdapat aktivitas yang mencurigakan. Dalam proses tersebut, pembuat soal disebutkan mengajukan izin keluar ruangan hingga dua kali.

Selain itu, terdapat aktivitas keluar-masuk panitia ke dalam ruangan saat proses pembuatan soal berlangsung. Alasan lain tuntutan pelaksanaan seleksi ulang perangkat Desa Mengori adalah tidak sterilnya ruangan pembuatan soal, karena adanya akses yang menghubungkan ruangan tersebut dengan ruangan lain.

Saat diskusi terkait hal tersebut yang digelar di Kantor Kepala Desa Mengori, Kamis (6/1/2025), Kepala Desa Mengori mengakui bahwa proses seleksi perangkat desa tersebut masih memiliki banyak kelalaian.

Baca Juga :  Karang Taruna Pemalang Sumbangkan Puluhan Karung Pakaian Baru untuk Korban Banjir Sumatera

“Masih banyak kelalaian sebagaimana yang disampaikan oleh para peserta,” tandasnya. [Prapto]