BUTENG, DURASI.co.id – Pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, pada 11 September 2025 memicu polemik. Seorang tenaga honorer yang dinyatakan lolos diduga melalui proses yang tidak transparan dan terindikasi adanya praktik “tebang pilih.”
Hal itu diungkapkan Amrin Lamena, pemuda asal Mawasangka Timur, yang mengkritik tajam dugaan kecurangan dalam proses seleksi, khususnya di lingkup Kantor Kecamatan Mawasangka Timur. Amrin menyebut salah satu nama yang lolos merupakan titipan dan diduga kuat tidak memenuhi syarat.
“Berdasarkan pengumuman itu ada lima nama yang diumumkan lolos. Dari lima nama ini, ada satu nama yakni ZUP yang kemungkinan besar merupakan titipan dan diduga kuat tidak memenuhi syarat,” ungkap Amrin, Sabtu (13/9/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ZUP diduga merupakan adik kandung dari oknum Camat. Kecurigaan semakin kuat lantaran ZUF baru menjadi tenaga honorer sejak 2024, jauh lebih singkat dibandingkan honorer lainnya yang lebih senior.
“Penelusuran kami menunjukkan yang bersangkutan honor di Kantor Camat Mawasangka Timur terhitung baru satu tahun. Padahal, ada dua orang lainnya yang masuk bersama dia, tetapi tidak lulus atau tidak ada nama mereka dalam usulan PPPK paruh waktu,” jelas Amrin.
Selain minimnya masa kerja, mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Buteng-Baubau (Hima Buteng) itu juga mengeluhkan etos kerja ZUF yang dinilai kurang.
“Berdasarkan hasil penelusuran kami juga, yang bersangkutan ini malas masuk kantor, sedangkan dua orang lainnya bisa dibilang rajin berkantor, tapi malah tidak ada dalam daftar usulan,” imbuhnya.
Atas dasar itu, Amrin mendesak Pemerintah Kabupaten Buteng untuk bersikap tegas dan meninjau kembali proses seleksi tersebut. Ia menilai praktik semacam ini merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang dan menodai visi Bupati Buteng, Azhari, yang mengedepankan pelayanan publik prima dan bersih.
“Jangan karena dia saudaranya pejabat biar malas dikasih lulus, sementara orang-orang yang semangat dan rajin diabaikan. Saya kira bukan yang seperti ini yang diharapkan Pak Bupati Azhari,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai tudingan tersebut. [Suadi]







