ACEH TAMIANG, DURASI.co.id – Aksi kemanusiaan kreatif dilakukan oleh Posko Bencana Persatuan Golf Alumni Institut Pertanian Bogor (PGA-IPB) Aceh Tamiang untuk menghibur warga terdampak banjir bandang.
Tidak sekadar membagikan sembako, posko ini menggelar aksi masak besar 100 kg mie Aceh yang ditargetkan mampu menyasar 500 porsi untuk warga di sekitar posko yang beralamat di Jalan Medan-Banda Aceh, Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan ini menjadi istimewa karena melibatkan Chef Imran, ahli kuliner yang merupakan mantan chef di Warkop Mie Arun, Karang Baru. Dengan keahliannya, Chef Imran meracik bumbu rempah khas Aceh dalam porsi besar untuk memastikan para penyintas mendapatkan hidangan yang lezat dan bergizi.
Dari 500 Porsi Hingga Titik Pengungsian Lain
Ketua Posko Bencana PGA-IPB Aceh Tamiang, Muhammad Irwan, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan tahap awal dari rangkaian program kepedulian mereka.
“Untuk target pertama hari ini, kami menyajikan 500 porsi mie Aceh. Kami ingin warga merasa terhibur dengan makanan yang hangat dan berkualitas di tengah situasi sulit ini,” ujar Muhammad Irwan di sela kegiatannya.
Lebih lanjut, Irwan menegaskan bahwa aksi ini tidak akan berhenti di satu lokasi saja. Program masak 100 kg mie Aceh ini direncanakan akan menjadi agenda berkelanjutan yang menyisir berbagai titik pengungsian lainnya di wilayah Aceh Tamiang.
“Rencananya, program 100 kg mie Aceh ini akan kami gelar kembali di titik-titik pengungsi lain yang belum terjangkau. Kami ingin semangat kebersamaan ini dirasakan secara merata oleh saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang,” tuturnya.
Selain itu, kegembiraan terpancar dari wajah para pengungsi, salah satunya Ipah (54), warga Kampung Kesehatan. Datang bersama anak dan kelima orang cucunya, Ipah mengaku sangat terbantu dan senang dengan adanya program makan bersama ini.
“Kami sangat senang dengan program ini. Rasanya enak sekali, bumbunya terasa. Anak-anak dan cucu saya juga makan dengan lahap. Di tengah kondisi seperti ini, bantuan makanan hangat seperti mie Aceh ini sangat menghibur kami,” ujar Ipah sambil mendampingi cucu-cucunya menyantap hidangan.
Kehadiran Chef Imran di dapur lapangan memberikan warna tersendiri. Warga terlihat antusias menyaksikan proses memasak mie Aceh dalam kuali besar. Bagi para pengungsi, aroma rempah yang kuat dan rasa yang otentik memberikan sedikit penawar duka dan rasa lelah setelah menghadapi bencana.
Posko Bencana PGA-IPB terus berupaya menggalang dukungan dan mendistribusikan bantuan secara taktis. Melalui program makan bersama ini, diharapkan kesehatan fisik dan psikologis para korban tetap terjaga selama masa darurat. [Andre]









