Puluhan Ribu Kayu Bakau Dimuat ke KLM Berkat Selayar di Pelabuhan Beton Sekupang, Diduga Dikirim ke Dapur Arang

Redaksi Durasi
Proses pemuatan kayu bakau ke KLM Berkat Selayar di Pelabuhan Beton Sekupang, Batam, Rabu (29/7/26). Foto: Durasi.co.id

BATAM, DURASI.co.id – Puluhan ribu batang kayu bakau dimuat ke Kapal Layar Motor (KLM) Berkat Selayar GT 52 di Pelabuhan Beton Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (29/7/2026). Kayu bakau tersebut diduga akan dikirim ke dapur arang.

Berdasarkan pantauan Durasi.co.id di lokasi, proses pemuatan kayu telah berlangsung sejak pagi. Hingga sore hari, sekitar 4.000 batang kayu telah dimuat ke kapal, sementara puluhan ribu batang lainnya masih berada di gudang Pelabuhan Beton Sekupang.

Salah seorang pekerja bongkar muat yang juga menjabat sebagai ketua RW di wilayah Sagulung mengatakan bahwa dirinya hanya diminta mencarikan tenaga kerja untuk membantu proses pemuatan kayu ke kapal.

Baca Juga :  Sekdako Jefridin: Sinergi DPRD dan Pemko Batam Kunci Pembangunan Tahun 2025

“Saya hanya membawa orang untuk melakukan pemuatan ke kapal. Untuk yang punya saya tidak tahu,” katanya.

Menurut dia, puluhan ribu batang kayu bakau tersebut merupakan barang lelangan yang sebelumnya ditangkap aparat penegak hukum.

“Kalau mau tahu lebih lanjut silakan ke Kejaksaan, Polda atau Kehutanan. Dan untuk detailnya langsung ke kapten kapal,” ujarnya.

Sebagian kayu bakau masih berada di gudang Pelabuhan Beton Sekupang untuk selanjutnya diangkut ke kapal, Rabu (29/7/26). Foto: Durasi.co.id

Keterangan serupa disampaikan Kapten KLM Berkat Selayar, Khirul. Ia menyebut kayu bakau yang dimuat ke kapalnya merupakan barang lelang hasil tangkapan aparat.

“Ini barang lelang. Sitaan Kehutanan, Kejaksaan dan Polda. Tapi barang ini sudah lelang. Pemilik barang belum tahu, saya belum jumpa orangnya,” ujarnya berkilah.

Saat ditanya mengenai pihak yang menghubunginya untuk mengangkut kayu bakau tersebut, Khirul mengatakan orang tersebut merupakan pihak biasa dan bukan berasal dari instansi pemerintah.

Baca Juga :  Kepala BP Batam Perintahkan SPAM dan ABH Ambil Langkah Cepat Selesaikan Polemik Air

“Barang diantar ke dapur arang mana saya belum tahu. Yang punya saya juga tak tahu,” elaknya.

Khirul mengaku sebelumnya pernah mengangkut kayu bakau menuju sejumlah lokasi yang disebutnya sebagai tempat pembakaran (dapur) arang.

“Tapi biasa yang pernah saya antar ke dapur arang Tanjung Balai Karimun, Buton, Selatpanjang dan Nongsa,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Polda Kepri, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam terkait hal tersebut. Konfirmasi juga akan dilakukan kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam terkait Surat Persetujuan Berlayar (SPB) KLM Berkat Selayar. [red]