Selain Pembangunan Fisik Teknologi Olah Sampah, Kepala DLH Pemalang Kampanyekan Edukasi Lingkungan

Kepala DLH Pemalang Wiji Mulyati saat diwawancarai usai acara halal bihalal di Kantor Unit Kerja dan Persampahan, Kebondalem, Kamis (17/4/25). Foto: Alwi-Durasi.co.id

PEMALANG, DURASI.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang menggelar halal bihalal yang diselenggarakan di Kantor Unit Kerja dan Persampahan, Kebondalem, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (17/4/2025).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Pemalang Nur Kholes, Kepala DLH Pemalang Wiji Mulyati beserta seluruh jajaran, tokoh agama, ulama, masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Usai kegiatan, Kepala DLH Pemalang, Wiji Mulyati, mengatakan bahwa dalam penanggulangan masalah sampah, DLH tidak hanya melakukan pembangunan fisik dan pengembangan teknologi pengolahan sampah, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye edukasi lingkungan.

“Pembangunan fisik dan teknologi pengolahan sampah sudah kita lakukan. Selain itu, kita juga akan terus menguatkan kampanye edukasi lingkungan kepada masyarakat,” tutur Wiji.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Lanal ke-62, Danlanal Tegal Gelar Kejuaraan Karate Jateng Open 2025

“Soal sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Mari bersama bangun Pemalang ke depan agar lebih bersih dan lebih apik,” lanjutnya.

Wiji juga mengungkapkan kondisi eks TPA Pesalakan saat ini. Ia menyebutkan bahwa area tersebut tengah disiapkan menjadi ruang hijau dan sport center. Proses tersebut masih berlangsung dan tidak semudah membalikkan telapak tangan, semuanya butuh waktu dan tahapan.

“Semua butuh proses untuk merevitalisasi eks TPA Pesalakan menjadi ruang hijau dan sport center. Di lokasi tersebut nantinya akan ada pemilahan, insinerator, dan teknologi landfill tertutup (nerpal negenerator),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wiji menjelaskan bahwa konsep ekonomi sirkular akan diterapkan agar masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah. Menurutnya, persoalan sampah bukan sekadar urusan estetika, tetapi juga menyangkut kesehatan, lingkungan, dan martabat Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Baca Juga :  Surat Audensi Tak Direspons, BMH: Sikap Pemkab Pemalang Mencerminkan Citra Buruk

“Kami berharap masyarakat berhenti membuang sampah sembarangan, termasuk di aliran sungai-sungai kecil yang hingga kini masih kerap dijadikan tempat pembuangan liar,” harap Wiji.

Sementara itu, Wakil Bupati Pemalang, Nur Kholes, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Pemalang.

“Mari kita bersama-sama menjadikan Kabupaten Pemalang bersih dan sehat,” kata Nur Kholes.

Ia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan sejak sekarang sebagai langkah awal mewujudkan Pemalang yang bersih dan sehat. “Mari kita olah sampah mulai dari rumah kita sendiri,” ajak Wakil Bupati.

Penulis: Alwi Assagaf
Editor: Indra