BUTENG, DURASI.co.id – Sekelompok mahasiswa Universitas Sembilan Belas November Kolaka, Cabang Buton Tengah (Buteng), berinovasi dengan menciptakan bakso berbahan dasar rumput laut. Produk kreatif ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan memberdayakan potensi lokal desa pesisir melalui ekonomi kreatif, Kamis (31/7/2025).
Selaku koordinator desa (kordes), Sukran Rahim menjelaskan bahwa ide ini muncul dari melimpahnya rumput laut di wilayah Buteng, khususnya di Desa Langkomu, yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Selama ini, rumput laut hanya dijual mentah yang kadang harganya terjun bebas dan tidak sesuai harapan masyarakat. Jadi, kami ingin meningkatkan nilai ekonominya dengan mengubahnya menjadi produk bernilai tinggi seperti bakso,” ujar Sukran Rahim.
Menurut dia, proses pembuatan bakso rumput laut melibatkan campuran tepung tapioka, tepung beras, bumbu lada, putih telur, penyedap rasa, bawang putih goreng, bihun, mi gunung, kemiri, bawang merah, daun seledri, serta ekstrak rumput laut.
“Pengolahan kami jamin kaya akan serat dan mineral. Produk ini juga telah melalui uji coba rasa dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat,” ungkapnya.
Terakhir, melalui ide pembuatan bakso dari olahan rumput laut, pihaknya berharap pemerintah desa bisa menjadikannya sebagai produk unggulan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
“Kami berharap produk kreatif dari olahan rumput laut ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa melalui BUMDes, agar bisa diproduksi dan diperjualbelikan,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Desa Langkomu melalui sekretaris desa, Edi Mustafa, menyambut baik program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN USN Buton Tengah tersebut.
“Ini bisa jadi peluang usaha baru bagi nelayan dan ibu-ibu PKK,” katanya.
Diharapkan, bakso rumput laut ini tidak hanya menjadi produk unggulan desa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal, khususnya di wilayah Buton Tengah. [Suadi]








