BUTENG, DURASI.co.id – Lagi, insiden keganasan buaya kembali meneror dan melukai seorang warga di perairan Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Korban, Robertus Lantamo (38), nelayan asal Dusun Oengkaloa, Desa Dahiango, Kecamatan Mawasangka, diserang buaya saat sedang menjaring ikan, Rabu (7/1/2026) malam.
Kejadian bermula sekitar pukul 18.00 WITA. Korban bersama sang kakak, Muslimin La Lisa (44), berangkat menjaring ikan di perairan dangkal Desa Kanapa-Napa. Kedalaman air saat itu hanya sekitar setengah meter.
Menjelang tengah malam, sekitar pukul 22.30 WITA, keduanya mulai menggulung jaring dari ujung yang berbeda. Tiba-tiba, teriakan minta tolong Robertus Lantamo memecah kesunyian. Muslimin La Lisa yang mendengar teriakan tersebut segera berlari menghampiri dan melihat adiknya sedang digigit seekor buaya.
Dengan sigap, Muslimin La Lisa mengambil parang dan menebas perut buaya tersebut hingga hewan buas itu melepaskan gigitannya. Korban kemudian dibantu naik ke darat sebelum dibawa oleh La Lisa ke Puskesmas Kanapa-Napa untuk mendapatkan pertolongan medis pertama.
Akibat serangan tersebut, Robertus menderita luka-luka serius di sekujur tubuhnya, antara lain luka robek dan patah tulang pada tangan kiri, luka robek di perut dan bokong sebelah kanan, serta luka di telapak tangan dan siku kanan. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif.
Menanggapi insiden yang kembali terulang ini, warga setempat menyuarakan kekhawatiran dan keresahan yang mendalam. Kejadian di perairan Desa Kanapa-Napa dan sekitarnya bukanlah yang pertama kali terjadi, sehingga menunjukkan tingginya ancaman terhadap keselamatan warga, khususnya para nelayan yang mencari nafkah di wilayah pesisir.
Warga mendesak Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kebijakan terkait untuk segera mengambil langkah-langkah konkret dan preventif. Desakan tersebut disampaikan guna mencegah terulangnya korban jiwa di masa mendatang serta mengembalikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di perairan.
“Kami sudah hidup dalam ketakutan. Setiap kali ke laut, hati selalu waswas. Kami memohon kepada pemerintah untuk segera bertindak, baik melalui patroli, pemasangan tanda peringatan, maupun penangkapan buaya-buaya yang sudah sering terlihat di sini. Jangan menunggu hingga ada korban meninggal,” tutur salah seorang warga Desa Dahiango yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari instansi terkait mengenai langkah penanganan dan pencegahan yang akan dilakukan. Masyarakat berharap insiden tragis ini menjadi perhatian serius bagi para pemangku kebijakan untuk segera turun tangan sebelum nyawa berikutnya menjadi korban keganasan buaya di wilayah pesisir Mawasangka. [Suadi]







