Bawa Nama Buteng ke Kancah Internasional, Yasir Nur Ikhwandi Raih Medali Perak di Kejuaraan Pencak Silat ASEAN

Redaksi Durasi
Yasir Nur Ikhwandi, atlet asal Buteng peraih medali perak pada Kejuaraan Pencak Silat Asia. (Foto: Dok Narasumber)

KENDARI, DURASI.co.id – Nama Kabupaten Buton Tengah (Buteng) kembali harum di pentas olahraga internasional. Yasir Nur Ikhwandi, atlet muda kebanggaan Buteng sekaligus mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, berhasil menyumbangkan medali perak untuk Indonesia pada Kejuaraan Pencak Silat ASEAN 2026 yang digelar di Vietnam, Sabtu (25/7/2026).

Meskipun harus puas finis di posisi kedua setelah melalui pertarungan sengit pada babak final, perjuangan Yasir sepanjang turnamen patut mendapat apresiasi. Ia tampil percaya diri dan pantang menyerah menghadapi para pesilat tangguh dari berbagai negara di Asia hingga akhirnya berhasil mengamankan medali perak untuk Merah Putih.

Kisah Yasir sebelum meraih medali perak pada Kejuaraan Pencak Silat ASEAN 2026 penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.

Di balik gemilangnya medali perak yang diraih, Yasir harus melalui ujian berat sebelum naik ke atas matras. Ia dipanggil mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) pada 27 Juni 2026. Masalah muncul ketika tim pelatih menentukan Yasir harus turun di kelas di bawah 45 kilogram, sementara berat badannya saat itu masih berada di kisaran 50 kilogram.

Baca Juga :  Polres Buton Tengah Siagakan 102 Personel untuk Pengamanan Obyek Wisata

Kondisi tersebut memaksanya menurunkan berat badan sekitar 6 kilogram dalam waktu yang relatif singkat menjelang pertandingan.

“Saya harus menurunkan berat badan kurang lebih 6 kilogram sebelum pertandingan,” ungkap Yasir kepada awak media, Sabtu (25/7/2026).

Perjuangan Yasir hingga babak final harus berakhir dengan sedikit kekecewaan. Bertemu tuan rumah Vietnam di partai puncak, Yasir harus mengakui keunggulan lawan bukan karena kalah poin, melainkan akibat keputusan diskualifikasi yang dijatuhkan juri.

“Tentu saya sedikit sedih karena kalah melawan tuan rumah bukan semata-mata karena poin, tetapi karena didiskualifikasi,” ujar Yasir.

Meski demikian, semangat juangnya tidak pernah padam. Kini, Yasir kembali memfokuskan diri pada program latihan untuk mempersiapkan agenda pertandingan berikutnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Talaga Raya Kepung Tambang Nikel PT AHB, Dinilai Ingkar Janji Bayar Kompensasi Sejak 2023

Keberhasilan ini bukan diraih secara instan. Yasir telah menekuni pencak silat sejak usia dini. Ia memulai latihan di Perguruan Persinas ASAD Buton Tengah sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Setelah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Yasir terus mengasah kemampuannya melalui program pembinaan atlet di UHO Kendari.

Deretan prestasi yang telah diraihnya antara lain:

  • Juara III POMNAS 2023.
  • Juara I Kejurnas Piala Panglima TNI 2024.
  • Juara I POMNAS 2025.
  • Juara I Kejurnas Jakarta Championship 2026.

Sebelum dipercaya memperkuat Indonesia di ajang internasional, Yasir lebih dahulu membela Sulawesi Tenggara pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Jawa Tengah pada 2025.

Bagi Yasir, kesempatan mengenakan seragam Merah Putih dan bertanding membawa nama Indonesia di panggung internasional merupakan pencapaian di luar ekspektasinya. Ia yang sebelumnya hanya bermimpi membawa nama provinsi, kini berhasil mengharumkan nama Buton Tengah di kancah Asia.

Baca Juga :  Oknum di Bank Sultra Diduga Salah Gunakan Dana, GEMIB: Kami Bakal Laporkan ke Mabes Polri dan Kejagung

“Saya tidak pernah menyangka. Sebelumnya hanya membawa nama provinsi, sekarang bisa bertanding membawa nama Indonesia,” tuturnya penuh haru.

Saat ini, Yasir mengaku sudah tidak memiliki mata kuliah yang harus dijalani sehingga dapat mencurahkan seluruh perhatian dan waktunya untuk berlatih serta mempersiapkan kompetisi. Dalam waktu dekat, ia menargetkan tampil maksimal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta Asian University Championship yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.

Yasir juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga dirinya dapat tampil pada kejuaraan tingkat Asia. Medali perak tersebut menjadi modal berharga untuk melangkah lebih jauh dan meraih medali emas pada masa mendatang. [Suadi]