Bocah 2 Tahun di Kampar Riau Hilang Misterius

  • Bagikan
Ilustrasi (Foto : Istimewa)

KAMPAR, DURASI.co.id – Hilangnya bocah perempuan berinisial SR yang beralamat di Kabupaten Kampar masih misteri. Bocah dua tahun buah hati dari pasangan Muhammad Islami dan Riska Fadela dinyatakan hilang sejak 9 Agustus 2021.

Bocah itu hilang tak jauh dari rumahnya di Desa Terantang Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Saat itu, korban sedang bermain di halaman rumahnya.

Paman SR, inisial NZ, menjelaskan sebelum keponakannya menghilang, SR meminta ayahnya memasangkan sandal di kaki anaknya. Karena saat itu sang ibu sedang memasak di dapur.

Banyak dugaan muncul penyebab hilangnya bocah malang tersebut. Mulai dari terjatuh ke sungai dan hilang tenggelam, penculikan, malah sampai diculik makhluk halus.

Tak lama setelah dinyatakan hilang, Tim SAR gabungan sempat diturunkan untuk membantu mencari keberadaan korban. Hampir lebih dari sepekan pencarian tersebut tak membuahkan hasil.

Baca Juga :  Produksi Ikan Riau Capai 242.882,54 Ton

Baik dengan cara melakukan penyelaman di sungai Kampar itu hingga menyusuri sungai baik arah hilir atau pun hulu. Akhirnya operasi pencarian tersebut ditutup dengan tidak menemukan korban. Selain itu, banyak pula yang beranggapan hilang diculik makhluk halus.

“Banyak orang pintar sudah datang ke rumah, katanya dia (SR) diambil oleh kuntilanak. Tadi malam ada orang dari Bangkinang 2 Dunia Kampar datang juga ke rumah, dan sebut keponakan saya diculik kutilanak, ingin mengambil anak itu selamanya karena ibunya si anak itu membunuh anaknya si kuntilanak itu,” kata NZ, Senin (16/7/2021).

Tak hanya itu, NZ menyebutkan sejumlah orang pintar yang memiliki indra keenam, melihat bahwa anak ini hilang diambil oleh mahkluk gaib.

Karena SR hilang pada pagi hari, secara logikanya, kata NZ, memang tidak bisa diterima dengan akal sehat. Dia menduga keponakannya bisa jadi diculik oleh orang tidak dikenal.

Baca Juga :  Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Kawasan PT Riau Abadi Lestari

“Pada saat itu, itu hari pasar dekat rumah itu. Jadi orang bebas lewat hilir mudik disekitar itu. Keponakan saya keluar paling sekitar 5 menit lah dari rumah, lihat ke depan, anak sudah hilang,” ucapnya.

NZ justru meragukan jika korban hilang jatuh ke sungai. Sebab, rumah korban dengan sungai masih berjarak 100 meter.

“Kalau terseret sungai, tidak mungkin. Bahkan tim SAR sudah mencari dan menyusuri aliran sungai Kampar hingga ke Teratak Buluh tapi tak ketemu juga,” ucapnya.

Hilangnya balita tersebut membuat keluarga sempat putus asa. Bahkan untuk menemukan korban, saat ini pihak keluarga justru mengadakan sayembara. Bagi yang menemukan korban baik dalam keadaan hidup maupun meninggal akan diberikan hadiah sebesar Rp20 juta.

“Saya akan berikan imbalan hingga Rp20 juta dari uang pribadi saya, bagi warga yang menemukannya,” katanya.

Baca Juga :  Badan Restorasi Gambut Akan Bangun 120 Sekat Kanal di Riau

Kapolsek Tambang, Iptu Mardani menyebutkan kepolisian masih mencari keberadaan korban. Semua tim dikerahkan agar korban ditemukan.

“Dari Kanit Intel, Reskrim sampai Bhabinkamtibmas kita kerahkan untuk mencari korban,” kata Mardani.

Mardani tak menyangkal adanya isu makhlul halus yang berseliwiran di masyatakat soal hilangnya korban. Meski begitu, polisi tetap fokus pencarian dan penyelidikan terkait hilangnya balita tersebut.

“Iya ada isu hilang ajaib, misterius. Makanya kita lakukan pencarian sama-sama. Untuk sayembara juga kami sudah dapatkan info, keluarga buat sayembara ditemukan hidup atau mati. Kami fokus penyelidikan di lokasi untuk juga menemukan,” katanya.

Mardani menyampaikan, keluarga korban memang belum membuat laporan resmi terkait hilangnya korban. Namun, kepolisian tetap melakukan proses pencarian dilakukan bersama pihak kepolisian dan Tim SAR. (Mcr)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hak cipta dilindungi undang-undang