Bocah Asal Belik Ditemukan Tewas di Sungai Comal, Diduga Hanyut Saat Hujan Deras

Jasad bocah ditemukan tersangkut di tepi aliran Sungai Comal, Blok Simbang, Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang, Jumat (6/2/26). Foto: Ikhwanudin/Durasi.co.id

PEMALANG, DURASI.co.id – Harapan keluarga dan warga akhirnya berujung duka. Setelah dua hari dilakukan pencarian intensif, jasad seorang bocah laki-laki asal Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, ditemukan tak bernyawa di aliran Sungai Comal, tepatnya di Blok Simbang, Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Jumat pagi (6/2/2026) sekitar pukul 07.56 WIB.

Korban diketahui bernama Akmal Ramadhani (9), pelajar sekolah dasar asal Desa Mendelem, Kecamatan Belik. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di antara dahan pohon dan bebatuan di aliran Sungai Comal, beberapa kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hanyut.

Penemuan jenazah pertama kali diketahui oleh warga setempat yang tengah beraktivitas di sekitar sungai. Salah seorang warga, Sutrisno (45), mengaku terkejut saat melihat sesosok tubuh kecil tersangkut di aliran sungai.

“Awalnya kami kira hanya sampah besar yang tersangkut di dahan. Namun, setelah didekati, ternyata tubuh anak kecil. Kami langsung melapor ke perangkat desa dan polisi,” ujarnya dengan nada lirih.

Warga sekitar pun langsung berdatangan ke lokasi. Suasana haru menyelimuti bantaran Sungai Comal, terutama saat kabar penemuan tersebut mulai tersebar hingga ke wilayah Belik, tempat asal korban.

Baca Juga :  Diduga Ilegal, Galian C di Sidomukti Kendal Meresahkan dan Berpotensi Pidana

Menindaklanjuti laporan warga, Kapolsek Bantarbolang Iptu Eko Purwanto segera memerintahkan Kanit Reskrim bersama personel Samapta untuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh jajaran Polsek Bantarbolang bersama Pemerintah Desa Pegiringan dan tim Basarnas.

Karena posisi jenazah tersangkut cukup kuat di antara dahan pohon dan bebatuan, proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Petugas harus memastikan jenazah dapat diangkat tanpa menimbulkan kerusakan lebih lanjut.

“Medan cukup sulit karena arus sungai masih deras dan posisi jenazah tersangkut. Namun, berkat kerja sama semua pihak, jenazah berhasil dievakuasi dengan aman,” terang Eko Purwanto.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Bantarbolang untuk dilakukan pemeriksaan medis. Pihak kepolisian kemudian menghubungi Polsek Belik serta keluarga korban.

Tak lama berselang, ayah kandung korban datang ke puskesmas dan dengan linangan air mata memastikan bahwa jenazah tersebut adalah anaknya yang sejak Kamis (5/2/2026) dilaporkan hanyut.

Baca Juga :  Grib Jaya Dukung Upaya Pemkab Pemalang Ubah TPA Pesalakan Jadi Ruang Publik

Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa nahas tersebut terjadi saat Akmal bersama ibu kandungnya hendak pulang ke rumah dan menyeberangi Kali Glagah di wilayah Desa Mendelem. Saat itu hujan deras mengguyur wilayah tersebut sehingga debit air sungai meningkat drastis dan arus menjadi sangat kuat.

Korban yang masih berusia 9 tahun tidak mampu melawan derasnya arus dan terseret aliran sungai. Sementara itu, sang ibu berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai dan langsung meminta pertolongan warga.
Pencarian sempat dilakukan oleh warga bersama aparat desa dan tim SAR, tetapi derasnya arus dan kondisi cuaca menyulitkan proses pencarian hingga akhirnya korban ditemukan dua hari kemudian di Sungai Comal.

Kepala Puskesmas Bantarbolang Mustofa menjelaskan hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban.

“Ditemukan luka sobek di dahi, kepala bagian atas, pelipis kanan, serta lebam di kedua mata. Luka-luka ini diduga akibat benturan dengan bebatuan selama korban terseret arus. Saat diperiksa, kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan kaku,” jelasnya.

Baca Juga :  Jumat Berkah, Ormas 234SC Pemalang Bersama WPSP Bagikan Ratusan Paket Nasi Kotak

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban secara resmi diserahkan kepada pihak keluarga. Penyerahan dilakukan oleh Kapolsek Bantarbolang didampingi Camat Bantarbolang dan Kepala Puskesmas Bantarbolang, serta disaksikan Camat Belik.

Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama pada musim hujan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri menyeberangi sungai saat debit air tinggi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Eko Purwanto.

Sementara itu, warga Desa Pegiringan dan Mendelem berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar ke depan ada upaya pencegahan, seperti peringatan dini atau fasilitas penyeberangan yang lebih aman.

“Ini bukan yang pertama. Jika hujan deras, sungai cepat sekali meluap. Kami berharap ada solusi agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ungkap salah seorang warga.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat akan bahaya beraktivitas di sekitar sungai saat curah hujan tinggi. [Ikhwanudin]