BUTENG, DURASI.co.id – Sebuah pemandangan yang tidak biasa terlihat di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 69 Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiksaintek) RI, Fauzan, duduk lesehan beralaskan tikar, berbagi cerita dan motivasi dengan puluhan pelajar yang duduk mengelilinginya.
Kunjungan pada Rabu (12/12/2025) itu bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah misi untuk mengubah pola pikir dan membuka cakrawala anak-anak siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 69 Buton Tengah.
Dengan gaya yang santun dan bahasa yang mudah dicerna, Fauzan secara perlahan mendekonstruksi batas-batas mental yang selama ini mungkin membelenggu. Ia tidak menyampaikan ceramah formal, melainkan dialog interaktif yang memicu impian dan keyakinan diri para siswa.
“Banyak yang bilang, untuk apa sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya kembali jadi pengangguran? Itu pola pikir yang harus kita ubah. Nah, sekarang Pemerintah Republik Indonesia berbagai terobosan kepada masyarakat, termasuk adik-adik sekalian,” ujar Fauzan.
Menurut dia, Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Menteri Sosial RI menekankan kerja sama dalam pengembangan program siswa Sekolah Rakyat (SR) yang ada di Indonesia. Salah satu penekanan kerja sama dua kementerian tersebut adalah pemberian beasiswa di dalam negeri dan luar negeri bagi lulusan Sekolah Rakyat yang berprestasi.
“Jadi, adik-adik sekalian, salah satu penekanan kerja sama Menteri Sosial dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi adalah dalam bentuk pemberian beasiswa,” jelasnya.
Fauzan dengan suara lantang dan penuh semangat tidak lelah memberikan motivasi kepada pelajar Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 69 Kabupaten Buton Tengah.
“Dengan ilmu dari sekolah, kalian bisa menjadi Bupati Buton Tengah, rektor, bahkan menteri sekalipun.” Pernyataan itu disambut dengan diam penuh renungan sebelum akhirnya pecah menjadi tepuk tangan. Pesannya jelas: pendidikan bukanlah jalan untuk meninggalkan daerah, tetapi senjata untuk membangun dan memajukan daerah asal.
Sementara itu, Bupati Buton Tengah, Azhari, menyatakan bahwa kedatangan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiksaintek) RI merupakan suatu kebanggaan bagi Pemerintah Buton Tengah. Sebab, saat dirinya menjadi rektor memimpin Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka, ia tidak mampu menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Dulu, yang bisa saya hadirkan hanyalah Dirjen, Pak Ainun, di kampus. Nah, sekarang Alhamdulillah Buton Tengah kedatangan Menteri Pendidikan Tinggi di Kampus USN,” ujarnya.
Kunjungan yang penuh keakraban ini ditutup dengan komitmen nyata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang memastikan pemberian beasiswa bagi lulusan berprestasi Sekolah Rakyat (SR). (Suadi)
Penulis: Suadi
Editor: Indra







