Aceh  

Jembatan Kayu Hanyut Diseret Banjir di Suak Lamatan, Pemkab Simeulue Siapkan Penanganan Darurat

Jembatan kayu di Suak Lamatan hanyut terseret banjir. (Foto: Dahman Efendi/Durasi.co.id)

SIMEULEU, DURASI.co.id – Jembatan kayu di Desa Suak Lamatan, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, dilaporkan hanyut terseret banjir sehingga memutus akses penting masyarakat dari jalur Desa Nancawa menuju Kota Sinabang.

Peristiwa tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga, terutama mobilitas harian dan distribusi kebutuhan pokok yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Simeulue bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi lintas instansi pada Sabtu (4/4/2026).

Rapat dihadiri oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Sosial, Bagian Pembangunan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama jajaran terkait.

Kepala Bidang PUPR Simeulue, Irwan Fuadi, menyampaikan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti kejadian tersebut dengan melakukan koordinasi intensif bersama BPBD.

“Kami akan menindaklanjuti segera. Saat ini sedang dikoordinasikan dengan BPBD,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Simeulue, Samsuar, juga menegaskan bahwa langkah penanganan darurat tengah disiapkan agar akses masyarakat dapat segera kembali normal.

“Saat ini sudah kami koordinasikan dengan BPBD untuk penanganan darurat agar jalur tersebut bisa segera dilalui,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Simeulue, Riduan, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil rapat Tim Kajian Cepat Bencana, penanganan jembatan akan segera dilaksanakan oleh Dinas PUPR dengan menggunakan dana pemeliharaan jalan.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengeluarkan surat pernyataan status bencana oleh Bupati Simeulue yang berlaku selama tujuh hari guna mempercepat proses penanganan darurat.

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu balasan surat terkait penetapan status tersebut sebagai dasar pelaksanaan langkah-langkah lanjutan di lapangan.

Dengan adanya koordinasi lintas instansi ini, diharapkan penanganan darurat dapat segera dilakukan sehingga akses masyarakat kembali pulih dan aktivitas warga tidak terganggu lebih lama. [Dahman Efendi]

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Medis, RSUD Muda Sedia Segera Luncurkan Aplikasi IKM