Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wasbang, Salomo TR Pardede: Keberagaman Kunci Persatuan Anak Bangsa

Redaksi Durasi
Anggota DPRD Medan Salomo TR Pardede melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wasbang di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (24/10/26). Foto: Nababan/Durasi.co.id

MEDAN, DURASI.co.id – Keberagaman suku, agama, dan ras menjadi salah satu kunci dalam menjaga persatuan dan kesatuan anak bangsa di Kota Medan. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap toleransi terhadap sesama.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kota Medan, Salomo TR Pardede, saat melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) pada Sabtu (24/10/2026) di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor.

“Jadi, keberagaman atau perbedaan yang ada di tengah-tengah masyarakat Kota Medan ini harus kita jadikan sebagai perekat persatuan dan kesatuan. Kebiasaan menjalani hidup dalam perbedaan mengajarkan kita untuk bertoleransi,” ujarnya.

Salomo berharap masyarakat di kelurahan tersebut senantiasa menjaga kondusivitas lingkungan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga :  Ketua Umum PKB Kunjungan ke Batam, Ini Agendanya

Sementara itu, narasumber Eka Prahadian Abdurahman dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Medan dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat kemajemukan yang tinggi di Indonesia. Keberagaman tersebut merupakan identitas sekaligus kekuatan yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, Medan merupakan melting pot Nusantara, tempat bertemunya berbagai etnis, seperti Melayu, Batak, Jawa, Tionghoa, Minang, India, dan kelompok lainnya. Kehidupan masyarakat yang harmonis tercermin dari tempat-tempat ibadah yang berdiri berdampingan sebagai simbol kedewasaan dalam menyikapi perbedaan keyakinan.

Selain itu, akulturasi kuliner, bahasa, dan seni turut memperkaya nilai historis serta kehidupan sosial masyarakat Kota Medan.

Eka menjelaskan bahwa keberagaman membutuhkan jembatan komunikasi yang kuat agar perbedaan tidak berkembang menjadi sumber perpecahan sosial.

Rasa kebangsaan, lanjutnya, merupakan perasaan cinta tanah air yang tumbuh dari dalam diri setiap warga negara. Keberagaman di Medan harus dipandang sebagai karunia Tuhan yang patut dijaga dengan penuh rasa syukur.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Seremonial, Pemko Medan Dorong Remaja Masjid Al Ikhlas Perbanyak Program Positif

Ia juga menekankan pentingnya wawasan kebangsaan di tengah dinamika kehidupan dan pesatnya urbanisasi di kota besar seperti Medan. Sentimen kedaerahan dan eksklusivitas kelompok berpotensi muncul apabila tidak disikapi dengan bijak. Karena itu, wawasan kebangsaan berperan sebagai landasan moral untuk mencegah konflik sosial, menumbuhkan empati antartetangga, serta memastikan setiap kelompok, baik mayoritas maupun minoritas, merasa memiliki tempat yang sama, aman, dan nyaman di kota ini.

Dalam kesempatan tersebut, Eka turut menjelaskan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan sila pertama dapat diwujudkan melalui toleransi beragama, antara lain dengan menghormati hari besar keagamaan serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

Sila kedua dapat diterapkan melalui solidaritas kemanusiaan, seperti membantu warga yang tertimpa musibah tanpa membedakan suku maupun agama.

Baca Juga :  Teguhkan Niat Benahi Belawan, Rico Waas: Infrastruktur Diperbaiki, Pendidikan Diperhatikan, dan Narkoba Diberantas

Sementara itu, sila ketiga diwujudkan melalui semangat gotong royong, seperti merawat fasilitas umum, melaksanakan sistem keamanan lingkungan (siskamling), dan mengadakan kerja bakti untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Penerapan sila keempat dapat dilakukan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Perbedaan pendapat antarkelompok perlu diselesaikan melalui dialog terbuka. Masyarakat juga diharapkan berpartisipasi aktif dalam forum rembuk warga maupun musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kelurahan.

Adapun sila kelima dapat diwujudkan dengan mendukung pemerataan akses terhadap pelayanan publik yang adil, termasuk pendidikan dan program kesehatan terpadu, seperti pos pelayanan terpadu (posyandu), bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Medan.

Ratusan warga yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan pembinaan tersebut hingga selesai. [Nababan]