Ponpes SMK Internasional Milenial Model PGRI 1 Mejayan Tampilkan Inovasi di Pameran HUT PGRI ke-80

Siswa Ponpes SMK Internasional Milenial Model PGRI 1 Mejayan menampilkan inovasi dalam Pameran HUT PGRI ke-80 di Alun-Alun Reksogati Mejayan, Selasa (25/11/25). Foto: Rofi-Durasi.co.id

MADIUN, DURASI.co.id – Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI di Alun-Alun Reksogati Mejayan, Selasa (25/11/2025), menjadi panggung tersendiri bagi Ponpes SMK Internasional Milenial Model PGRI 1 Mejayan. Melalui pendekatan pembelajaran vokasi modern berbasis teaching factory dan creative entrepreneurship, SMK tersebut tampil memukau dalam pameran daerah dengan menonjolkan hasil karya santri, khususnya unit usaha kreatif Oase Wilis Café.

Unit café yang dikembangkan melalui Proyek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) tersebut resmi diluncurkan oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, sebagai simbol lahirnya ruang baru bagi inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan murid.

Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, mulai dari Bupati Madiun beserta jajaran, Kapolres Madiun, Dandim 0803, jajaran Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, perwakilan TNI AU, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, hingga Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun. Masyarakat tampak antusias menyaksikan produk-produk yang ditampilkan para santri.

Baca Juga :  Bintan Siapkan Beasiswa Rp200 Juta per Tahun untuk Dokter Spesialis

Salah satu murid, Indriani Siregar, menyampaikan bahwa dukungan Direktorat SMK sangat berdampak pada percepatan inkubasi unit usaha sekolah.

“Berkat bantuan dan bimbingan dari Direktorat SMK, kami dapat mengembangkan produk kreatif berupa Oase Wilis Café yang menghadirkan inovasi minuman kopi dan snack,” ujarnya.

Santri lainnya, Jullendya Decinta Umi Lestari, menambahkan bahwa proses pendampingan tersebut memberikan pengalaman menyeluruh terkait manajemen bisnis.

“Kami belajar membaca peluang pasar, membuat perencanaan usaha, proses produksi, hingga pemasaran dan analisis bisnis. Sampai akhirnya berdirilah Oase Wilis Café yang beralamat di Jalan Singolodro No. 2, Mejayan,” tuturnya.

Sementara itu, Jasmine Aya Laily Latifah menilai praktik langsung dalam proyek ini menjadi pengalaman pembelajaran terbaik.

“Kami belajar perihal branding, desain kemasan, pengelolaan keuangan, hingga cara melayani pelanggan. Ini benar-benar membuka wawasan kami tentang dunia usaha secara nyata,” imbuhnya.

Baca Juga :  UNRI Kembali Kukuhkan Empat Guru Besar

Kepala Ponpes SMK Internasional Milenial Model PGRI 1 Mejayan, Sampun Hadam, menjelaskan bahwa program Proyek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) tahun ini melibatkan 60 siswa yang dibagi ke dalam sejumlah kelompok usaha. Beberapa di antaranya mengembangkan Oase Wilis Café, produksi kerupuk porang, minuman jamu herbal, produk sabun, serta pemasaran digital berbasis platform Shopee.

Menurutnya, PKK bukan hanya transfer pengetahuan, tetapi juga praktik komunikasi, negosiasi, dan strategi pemasaran modern.

Kepala sekolah menyampaikan apresiasi kepada Direktorat SMK, Ditjen Pendidikan Vokasi, Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, serta Kemendikdasmen RI atas dukungan yang diberikan melalui Program PKK.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Lena, mengapresiasi capaian tersebut.

“Kegiatan ini menghadirkan proses pembelajaran mendalam yang menghasilkan produk nyata dari hulu hingga hilir. Ini sesuai arah kebijakan pendidikan vokasi modern,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa Proyek PKK berbasis kopi Wilis ini merupakan langkah strategis mengenalkan potensi perkebunan kopi daerah.

“Program ini bukan sekadar jualan kopi, tetapi gerakan membangkitkan potensi kopi lereng Wilis, khususnya Kandangan, yang memiliki sekitar 500 hektare kebun kopi,” ujarnya.

Bupati berharap kolaborasi ini kelak membuka akses jejaring bisnis, industri, dan UMKM lintas kota.

Baca Juga :  Belajar dan Berbagi, Mahasiswi STAI Natuna Akhiri Praktik di MTsN 2 Natuna

Pameran Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 ini menjadi bukti bahwa Ponpes SMK Internasional Milenial Model PGRI 1 Mejayan tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mencetak lulusan yang visioner, kreatif, adaptif, dan produktif, sehingga siap bersaing dalam era industri modern.

Unit usaha Oase Wilis Café diharapkan menjadi model nyata keberhasilan pendidikan vokasi berbasis karakter, kemandirian, dan kewirausahaan.

Penulis: Rofi
Editor: Indra