Disdukcapil Buteng Pacu Kenaikan Indeks Tertib Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data

Petugas Disdukcapil Buteng memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kamis (6/11/25). Foto: Suadi-Durasi.co.id

BUTENG, DURASI.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, gencar melaksanakan berbagai terobosan untuk meningkatkan Indeks Tertib Kepemilikan Administrasi Kependudukan dan Tertib Pemanfaatan Data. Upaya ini bertujuan memastikan dasar perencanaan pembangunan serta penyaluran program pemerintah Kabupaten Buton Tengah berjalan tepat sasaran.

Kepala Disdukcapil Buteng, Tamrin Mau, mengungkapkan bahwa peningkatan kedua indeks tersebut menjadi prioritas utama Disdukcapil ke depan.

“Kami tidak hanya mengejar kelengkapan dokumen, seperti KTP-el dan KK, tetapi juga memastikan data yang sudah terkumpul itu aktif dan bermanfaat untuk percepatan pelayanan publik di Buteng,” tegasnya saat ditemui di kantornya, Kamis (6/11/2025).

Untuk mendongkrak Indeks Tertib Kepemilikan Administrasi Kependudukan, Disdukcapil Buteng meluncurkan program ‘Dukcapil Menjemput Bola’. Tim petugas secara proaktif mendatangi desa-desa, terutama wilayah terpencil dan kepulauan, untuk melakukan perekaman KTP-el bagi warga yang belum memilikinya serta memperbarui data yang sudah kedaluwarsa.

Baca Juga :  Setelah Data 606 Honorer Diserahkan, Momen Uji Komitmen Pemda dan DPRD Buteng

“Kendala geografis dengan harus menyeberang pulau seperti di Kecamatan Talaga bukan halangan. Kami terjun langsung membawa perangkat mobile ke desa-desa. Target kami, zero warga Buteng yang belum memiliki dokumen kependudukan,” tambah Tamrin Mau.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan Indeks Tertib Pemanfaatan Data, Disdukcapil Buteng telah melakukan integrasi data dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Integrasi ini terbukti efektif dalam menyempurnakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memastikan sasaran program bantuan sosial, seperti Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), tepat sasaran.

“Sebelumnya sering terjadi selisih data. Ada warga yang sudah meninggal masih tercatat sebagai penerima bantuan, atau warga yang seharusnya menerima justru terlewat. Dengan koordinasi dan pemanfaatan data Dukcapil yang terpusat, kami meminimalkan bahkan menghilangkan potensi tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Aksi Demonstrasi, Masyarakat Minta Dualisme Sekda Buteng Segera Diakhiri

Tidak berhenti di situ, inovasi juga dilakukan dengan memanfaatkan data kependudukan untuk perencanaan kesehatan. Data usia balita dan ibu hamil dari Disdukcapil digunakan oleh puskesmas untuk menjalankan program imunisasi dan pemeriksaan kehamilan secara proaktif.

“Kami mengetahui secara pasti di desa mana dan berapa banyak balita yang perlu diimunisasi. Puskesmas tidak lagi menunggu, tetapi dapat mendatangi warga berdasarkan data yang akurat dari integrasi Disdukcapil dan Dinas Sosial. Ini adalah wujud nyata tertib pemanfaatan data untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ke depan, Disdukcapil Buteng berencana memperluas integrasi data dengan sektor lainnya, seperti pertanian dan pendidikan, untuk mendukung kebijakan berbasis data. Komitmen Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dalam meningkatkan Indeks Tertib Administrasi Kependudukan dan Tertib Pemanfaatan Data diharapkan menjadi fondasi kuat bagi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Buteng. (Adv)

Baca Juga :  PT Bintang Energi Mineral Berdayakan Warga Melalui Program PPM

Penulis: Suadi
Editor: Indra