Sumsel  

Jalan Macet Total, Diduga Semenjak Berdirinya UPPKB Kertapati

Antrean di Jalan Musi II Keramasan, Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. (Foto: Heryadi/Durasi.co.id)

PALEMBANG, DURASI.co.id – Diduga kurangnya koordinasi dengan pihak dinas terkait, setiap hari jalan jadi macet total semenjak berdirinya Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kertapati, yang berlokasi di Jalan Musi II Keramasan, Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Kertapati, Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kendaraan angkutan bertonase besar berjejer parkir berlapis di pinggir jalan dimulai dari tikungan Play Oper Nilakandi sampai di atas Jembatan Keramasan. Para sopir tersebut menghindari timbangan yang dijaga oleh oknum anggota CPM dan oknum anggota kepolisian.

Setelah kedua oknum yang jaga di pinggir jalan tersebut istirahat makan, barulah mobil mobil tersebut satu persatu berjalan melanjutkan perjalanannya.

Saat dikonfirmasi awak media Apriyadi (65) salah satu sopir mengatakan, dirinya bersama yang lain menghindari timbangan tersebut karna denda tilangnya terlampau besar.

Baca Juga :  Polsek Lalan Laksanakan Program Polisi Sanjo dan Sebar Maklumat Kapolda Sumsel di Desa Karang Mukti

“Uang jalan kami tidak ada penaikkan dari bos, kalau kami kena tilang karena kelebihan tonase, kami yang menanggung resikonya, itulah lebih baik kami menghindar dari timbangan itu pak,” katanya, Sabtu (6/01/2024).

Ditambahkan, salah satu sopir yang lain yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan, bahwa yang diangkutnya tersebut adalah batu milik proyek provinsi.

“Kalau saya terus melaju pasti muatan kendaraan saya kena tilang karena kelebihan tonase, ya namanya batu pasti beratlah pak,” ucapnya.

Lanjutnya, dirinya bersama sopir yang yang lain parkir di sana sampai dua oknum aparat yang jaga dipintu masuk UPPKB istirahat siang.

Sementara itu, pada saat awak media mendatangi kantor UPPKB Kertapati untuk konfirmasi dengan kepala timbamgan terkait adanya kemacetan tersebut, tapi dia tidak ada di kantornya.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah di Jalan Abi Kusno Cokro Suyoso Kertapati Diduga Akibat Korsleting Listrik

“Maaf pak, pak Andi tidak ada di kantornya, beliau sedang rapat di UPTD, kalau ada pesan nanti disampaikan” ujar Okta salah satu sekuriti yang bertugas di kantor UPPKB Kertapati.

Terkait kondisi antrian truk yang berjejer disepanjang jalan sebelum pintu masuk UPPKB Kertapati Okta memberikan keterangan bahwa hal tersebut seharusnya tidak terjadi, karena truk tersebut bisa langsung masuk ke dalam untuk proses penimbangan. 

“Mereka harusnya bisa langsung masuk, tapi mungkin mereka itu takut karena kurang kelengkapan atau kelebihan muatan, jadi menunggu petugas kita istirahat mereka bisa langsung lewat tanpa mengikuti proses penimbangan,” tutur Okta. 

Awak media mengkonfirmasi apakah tidak ada pengaturan khusus jalan utama karena hal itu sangat membahayakan pengguna jalan lainnya. 

Baca Juga :  Ari Wiranata Siap Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat Ogan Ilir

“Kalau soal itu kita tidak tahu, karena memang personil kita terbatas dan harusnya memang ada pengaturan misalnya dari pihak Dishub Kota Palembang, tapi sampai sekarang belum ada penambahan anggota,” pungkasnya.

Reporter: Hery