Mandor PT HCI Pabrik Sepatu Desa Kalirandu Diduga Kabur, Pemilik Warung dan Pekerja Rugi Puluhan Juta

PT Huathai Construction Indonesia. (Foto: Alwi Assagaf-Durasi.co.id)

PEMALANG, DURASI.co.id – Menanggapi mandor PT Huathai Construction Indonesia (HCI), kontraktor pabrik sepatu di Desa Kalirandu, Kecamatan Petarukan, yang diduga kabur dari tanggung jawab, Tito selaku perwakilan PT HCI menyampaikan bahwa PT HCI akan berusaha bersikap netral dalam persoalan tersebut.

Kaburnya mandor PT HCI diduga meninggalkan tagihan makan, rokok, dan lain-lain di warung milik Rini dan warung pecel lele milik Waslimah. Akibatnya, kedua warung tersebut mengaku rugi hingga Rp28 juta.

“Kami berusaha menjembatani komunikasi persoalan ini kepada kedua belah pihak,” ucapnya saat ditemui di lokasi proyek pabrik sepatu di Desa Kalirandu, Kamis (11/2/2025).

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang dalam hal ini memiliki keterkaitan dengan mandor bernama Lapio (yang diduga kabur). Menurutnya, mandor tersebut memang sudah lama bekerja dengan PT HCI. Namun, ia mengungkapkan bahwa jika terjadi persoalan terkait mandor Lapio, dirinya tidak pernah tahu.

Baca Juga :  Terima SKT Bakesbangpol, Ormas 234SC Pemalang Siap Berkontribusi untuk Daerah

“Jadi, secara otomatis kami berterima kasih kepada pihak yang telah memberikan informasi terkait persoalan mandor kami dengan pihak lain,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan Lapio. Tanggapan dari Lapio menyebutkan bahwa ia akan datang ketika ada pemanggilan sekaligus mengambil insentif agar dapat didistribusikan secara utuh kepada pihak-pihak yang dirugikan.

Ia kembali menegaskan bahwa pihak-pihak yang datang bukanlah bentuk dukungan atau backup terhadap pihaknya. Ia menerima semua pihak dan berusaha menengahi persoalan tersebut. Dalam hal ini, Lapio lah yang harus bertanggung jawab atas semua masalah yang terjadi.

“Pihak manajemen telah memberikan surat kerja kepada pihak kedua (Lapio), dan perusahaan sudah memenuhi semua kewajiban serta hak-hak pihak kedua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Serahkan Tropy Juara PBB Babinsa Berpesan Tetap Semangat dan Terus Belajar

Buntut persoalan ini, para pekerja dan pemilik warung yang dirugikan akan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor HCI, karena para pekerja juga belum dibayar oleh PT HCI dengan total kurang lebih Rp30 juta.

Adapun harapan pemilik warung ialah agar uang mereka dapat kembali untuk modal usaha. Sementara itu, jumlah pekerja yang belum dibayar sebanyak 30 orang, termasuk wakil mandor. Menurut pengakuan mereka, uang tersebut akan digunakan untuk pulang kampung.

PT Huathai Construction Indonesia adalah perusahaan konstruksi yang berspesialisasi dalam pembangunan pabrik dan gudang serta merupakan salah satu subkontraktor PT Golden Victory Manufacturies, yang saat ini sedang membangun pabrik di Desa Kalirandu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.

Baca Juga :  Program Pemerintah 13 Tahun Wajib Belajar Akan Terlaksana di Kabupaten Pemalang

PT Golden Victory merupakan investasi asing besar di Pemalang yang berfokus pada produksi sepatu untuk pasar internasional. Meskipun diharapkan membawa keuntungan ekonomi, pembangunan pabrik ini sempat menimbulkan isu sosial dengan petani setempat yang terdampak.

Penulis: Alwi Assagaf/Prapto
Editor: Indra