Tiga Kali Digerebek, Arena Sabung Ayam di Buteng Tetap Beroperasi Tiga Kali Sepekan

Arena sabung ayam di Desa Moko, Kecamatan Lakudo, Buton Tengah. (Foto: Suadi/Durasi.co.id)

BUTENG, DURASI.co.id – Aparat kepolisian boleh saja tiga kali menggerebek, tetapi arena sabung ayam di Kabupaten Buton Tengah seolah kebal hukum, Jumat (13/2/2026).

Praktik perjudian yang sudah mengakar ini tetap berjalan rutin tiga kali dalam sepekan, tepatnya setiap Minggu, Selasa, dan Jumat. Lokasi perjudian ini berada di Desa Moko, Kecamatan Lakudo.

Arena ini bahkan menjadi primadona bagi para penjudi hingga menarik pemain dari Kabupaten Muna dan Muna Barat. Ironisnya, jadwal sabung ayam disebut sudah seperti kalender tetap warisan turun-temurun yang sulit dihapus.

Polsek Lakudo tercatat telah tiga kali melakukan penggerebekan di lokasi yang sama. Penggerebekan terakhir terjadi pada Selasa, 12 Agustus 2025. Namun, hasilnya nihil. Para pelaku selalu keburu kabur setelah informasi operasi bocor.

Baca Juga :  Oknum di Bank Sultra Diduga Salah Gunakan Dana, GEMIB: Kami Bakal Laporkan ke Mabes Polri dan Kejagung

Dalam penggerebekan terbaru, polisi hanya berhasil mengamankan 12 ekor ayam jantan, sebagian dalam kondisi mati, serta membakar tenda-tenda yang digunakan sebagai arena. Namun, tindakan itu tak membuat jera para pelaku.

“Sudah biasa itu. Kalau digerebek, istirahat sehari, besoknya buka lagi. Apalagi kalau hari pasaran, pasti ramai,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Masyarakat pun mendesak aparat untuk tidak sekadar menggerebek, tetapi menindak tegas para bandar dan pemilik modal besar. Sebab, selama akar masalah tidak disentuh, praktik sabung ayam di Buton Tengah akan terus hidup dan seolah kebal hukum. [Suadi]