Pemilu 2024, Era Kepemimpinan Barukah?

  • Bagikan
Rusmidawati, Mahasiswi Program Studi Administrasi Publik, Stisipol Raja Haji Tanjungpinang. (Foto: Dok Pribadi)
Oleh: Rusmidawati, Mahasiswi Program Studi Administrasi Publik, Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Pemilihan umum atau yang lebih kita kenal dengan pemilu ini, merupakan suatu kegiatan yang di lakukan pada suatu Negara yang berdemokrasi. Indonesia ini sendiri kita tahu, bahwa Negara yang demokrasi. Pemilu sudah dilakukan sejak 10 tahun setelah proklamasi dikomandangkan pada tahun 1945. Sehingga pemilu ini dianggap sebagai suatu peristiwa ketatanegaraan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan dalam proses pemilu ini melibatkan selurah rakyat yang menjadi syarat utama dalam menjalankan kegiatan ini.

Dengan begitu rakyat akan menyertakan kehendaknya didalam kepolitikan ini. Proses pemilu ini biasanya dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.Ini dilakukan untuk mencari pemimpin yang baru untuk menjalankan amanat yang diberi oleh kita para rakyat untuk dijalankan dengan sepenuh hati. Di lansir dari beberapa informasi yang didapatkan, pemilu pada tahun 2024 mendatang ini, akan diadakan pemilihan serentak. Pemilihan serentak itu meliputi PILKADA, PILEG, dan PILPRES.

Dalam hal ini, rakyat akan diberatkan pada beberapa kandidat yang mencalonkan diri mereka pada pemilu ini. Pada saat ini, kita sudah mulai mengetahui para kandidat yang mencalonkan diri mereka untuk menjadi pemimpin untuk Negara ini. Berikut merupakan calon-calon presiden yang akan dilakukan pemilihan umum pada tahun 2024 mendatang.

Dari beberapa survei, setelah melakukan pengamatan terhadap masyarakat sekitar mengenai para kandidat tersebut terdapat pro dan kontra terhadap kandidat-kandidat tersebut. Ada yang mengatakan pemimpin sekarang ini masih bisa untuk mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin Negara, akan tetapi ada juga yang ingin pemimpin itu di gantikan. Setelah melihat hasil kinerja yang dilakukan oleh para kabinet yang berada di bawah pimpinan presiden RI Ir. Joko Widodo dapat dikatakan hasil kinerja mereka cukup memuaskan, dimana itu juga selalu mementingkan rakyat, dan juga selalu berupaya untuk membela rakyat, walaupun ada beberapa yang kita lihat hukum yang tidak sesuai, serta berupaya memberikan kemampuan didalam menyongsong Indonesia Emas 2045 mendatang.

Baca Juga :  Perlunya Rancangan Pola Pendidikan Karakter

Diliat pada pemilu yang akan serentak dilaksanakan pada tahun ini, keberadaan partai politik yang masih mendominasi untuk menang, itu harus memiliki rasa kepercayaan untuk rakyat, mendengarkan semua aspirasi rakyat dimana pun itu berada, dan mementingkan rakyat serta mengedepankan semua urusan rakyat. Partai-partai politik yang memiliki tempat yang tinggi pada ruang lingkup rakyat yaitu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Perindo, dan PKS.

Dari banyaknya kandidat yang mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin pada negara Indonesia ini, kita para rakyat diberikan kebebasan dalam berpendapat dan dalam menentukan mana yang baik untuk memimpin negara ini. Hal tersebut dapat kita tentukan dengan cara melihat hasil kinerja serta prestasi apa yang sudah mereka berikan terhadap negara ini. Disini kita menentukan dan memilih bukan hanya berdasarkan janji-janji yang mereka berikan serta visi dan misi mereka saja, akan tetapi kualitas dan pola pikir dan cara pandang mereka lah yang menjadi tolak ukurnya. Itu semua akan memberikan dampak kepada kita semua dari hasil yang kita buat melalui pilihan kita tersebut, entah itu akan memberikan dampak yang positif atau pun dampak negatifnya.

Harapan kita semua tentunya menginginkan para calon pemimpin yang jujur, amanah, bertanggung jawab dunia akhirat, dan membangun Indonesia lebih maju lagi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 nanti, bersungguh-sungguh untuk mendengarkan suara rakyat, kinerja dan hasil kerjanya baik dan bagus, meningkatkan perekonomian Indonesia dan melihat pertumbuhan rakyat secara merata entah itu rakyat yang berada di ruang lingkup perkotaan maupun diruang lingkup terpencil, contohnya pulau-pulau yang kekurangan akses transportasinya, serta yang palin utama adalah mensejahterakan seluruh masyarakat yang ada. Dalam visi misi, program pro rakyat Pancasila, kadernya itu bisa merasakan penderitaan rakyat yang diindikasi dari kegiatan mereka dalam kehidupan sehari-hari ini, disukai dan disenangi oleh seluruh rakyat, pemimpin yang selalu mengutamakan rakyatnya, partisipasi warga tersebut untuk memilih dapat memajukan dan melahirkan pemimpin yang cukup baik.

Baca Juga :  HM Rudi Dianugerahi sebagai Bapak Pembauran Kota Batam oleh FPK

Kita sebagai rakyat yang mendengar semua visi dan misi dari semua para caleg akan tergiur dengan janji-janji yang mereka berikan. Dari yang kita amati dan kita lihat, pada tahun-tahun sebelumnya hanya ada beberapa visi dan misi yang mereka jalankan. Selebihnya visi dan misi tersebut hilang dan tidak dijalankan sesuai dengan janji mereka sebelumya. Itu kita tidak tahu apa penyebab pastinya kenapa mereka membuat visi misi, tetapi tidak dijalankan. Hal semacam ini lah yang membuat kita bingung, untuk mempercayai siapa, dan bagaimana menanggapi semua permasalahan tersebut. Sehingga kita bingung untuk memberikan suara kita kepada siapa yang berhak untuk mendapatkannya.

Karena yang sudah terjadi sebelumnya para kandidat-kandidat tersebut datang ketika ingin mendapatkan simpati yang besar saja terhadap rakyat ini. Banyak sekali cara dan usaha mereka untuk meluluh kan hati para masyarakat, terutama pada masyarakat yang dikatakan masyarakat yang kurang mampu. Disitulah mereka menjadikan diri mereka sebagai pahlawan untuk membantu para masyarakat tersebut. Sebenarnya ada maksud terselubung didalam semua proses pendekatan mereka tersebut. Dalam proses pemilu ini, hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah kegiatan kampanye mereka. Karena dalam proses kampanye ini sudah lumrah dilakukan atau dilaksanakan dengan menggunakan money politik. Dari sinilah banyak yang kita lihat bahwa rakyat akan tergiur dengan uang yang mereka dapatkan, tetapi mereka tidak memikirkan dampak dari hasil pilihan mereka. Maka dari itu semua, tidak bisa kita menyalahkan para pemerintah yang hasil kinerjanya tidak sesuai dengan visi dan misi mereka. Karena itu juga menjadi kesalahan dari kita pribadi, dimana sebelumnya kita tidak memikirkan dampak apa kedepannya, karena sudah tertutup dan tergiur dengan uang yang didapatkan. Padahal dalam proses Pemilu ini, menggunakan money politik itu dilarang. Karena itu termasuk dalam kasus penyuapan, sehingga itu adalah kasus didalam penggelapan suara rakyat.

Baca Juga :  Peran Manajemen Pendidikan Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Pada hakikatnya yang banyak menggunakan money politik acap kali dianggap akan aman dalam proses pemilu ini. Ibarat kata ada uang ada barang, itulah perumpamaannya. Yang kita tahu, Pemilu itu harus bersifat sportif dan yang paling utama tidak menggunakan money politik didalamnya. Jika hal ini dilakukan oleh para kandidat, kita semua dalam pemilihan tersebut otomatis para masyarakat akan memilih seorang calon pemimpin untuk negaranya berdasarkan cara pandang dan cara pola pikir mereka terhadap keberlangsungan dalam mensejahterakan masyarakatnya dan bukan berdasarkan berapa banyak uang yang mereka berikan. Semoga Pemilu pada tahun 2024 ini, akan melahirkan para calon-calon yang bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia semua, tidak memberikan janji-janji palsu lagi, menjalankan amanat sesuai dengan visi dan misi yang telah mereka buat, dan membuat sistem kinerja berdasarkan kemampuan bukan berdasarkan orang dalam, serta pencapaian dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 tidak terjadi kendala atau hambatan yang besar.

Disclaimer: artikel ini merupakan tanggungjawab penulis

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hak cipta dilindungi undang-undang